Breaking News:

Pemkot Magelang Perketat Pengawasan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang akan perketat pengawasan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) menyusul ditemuinya klaster sekolah

dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang akan perketat pengawasan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) menyusul ditemuinya klaster sekolah di wilayah lain.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Kustomo menuturkan, selama pelaksanaan PTM  yang sudah berjalan sejak 13 September 2021 dilaporkan tidak ada temuan penularan.

"Sejauh ini, masih aman dan terkendali. Tidak ditemui penularan. Di mana, pelaksanaan PTM sudah dilakukan untuk jenjang SMP/Sederajat sebanyak 23 sekolah negeri dan swasta. Kemudian jenjang SD sebanyak 77 sekolah, dan PAUD sebanyak 106 sekolah," ujarnya pada Rabu (29/09/2021).

Baca juga: Anak Muda di Bantul Mulai Tekuni Budidaya Ayam Jawa Super‎

Adapun, pengawasan ketat yang akan diterapkan pada pelaksanaan PTM yakni melakuka uji petik (tes acak) antigen dan PCR di masing-masing sekolah.

Upaya ini, guna mentracing baik bagi pelaja, guru,hingga tenaga pendidik apabila ditemui indikasi penularan.

"Uji petik akan dilakukan setiap 1 minggu di sekolah per Kecmatan. Kami sudah melakukan tes tersebut di SMP 4 Kota Magelang kepada 75 orang dan hasilnya negatif semua," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga terus aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah untuk memastikan guru dan siswa menjalankan prokes dengan baik.

Serta, meminta peran orangtua untuk mengawasi para siswa ketika berada di lingkungannya.

"Harus ada koordinasi da komunikasi yang baik antara sekolah dan orangtua di rumah. Hal tersebut, sangat penting untuk meminimalisir penularan," ucapnya.

Baca juga: Banyak Joki Wisata di Pantai Selatan DI Yogyakarta, Satpol PP DIY: Namanya Urusan Perut Gimana?

Sementara itu, untuk cakupan vaksin bagi pelajar. Hanya ada tiga sekolah yang belum mendapatkan vaksinasi.

Nantinya,ketiga sekolah tersebut akan dilakukan pengajuan agar mendapatkan vaksinasi dengan segera.

"Hanya ada 3 SMP yang belum mendapatkan vaksin. Ini sudah kami ajukan kepada Dinkes agar dilakukan akseleradi vaksin bagi para pelajar ,"tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono mendukung penuh pelaksanaan tes acak di masing-masing sekolah yang menggelar PTM.

"Tentunya langkah ini cukup efeketif agar tidak terjadinya penularan yang mengakibatkan klaster di sekolah. Harapannya jangan sampai terjadi. Selain itu, sekolah tetap harus memastikan para peserta didik mematuhi protokol kesehatan ketika berada di sekolah," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved