Breaking News:

Kriminalitas

Polisi Kembali Bongkar Usaha Rumahan Tembakau Gorila di Klaten, 1,5 Kg Barang Bukti Ikut Disita

Pelaku memasarkan tembakau gorila tersebut secara online lewat media sosial sehingga para pembeli dan penjual tidak saling mengenal.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Para pelaku produsen dan pengedar tembakau gorila saat dihadirkan pada konferensi pers di Mapolres Klaten, Senin (27/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Usaha rumahan pembuatan narkotika jenis tembakau gorila di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dibongkar oleh Satuan Reserse Narkoba (Sat Res Narkoba) Polres Klaten.

Sekitar 1,5 kilogram tembakau gorila dan sejumlah peralatan seperti timbangan digital, bahan-bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi barang haram itu ikut disita polisi.

Empat tersangka turut diamankan oleh polisi, yakni inisial KYA (23) dan DAF (23) warga Desa Manjung Kecamatan Ngawen.

Kemudian, MR (26) warga Desa Jagalan, Kecamatan Karangnongko yang ikut membantu memproduksi serta JH (21) asal Karanganyar.

Baca juga: Nekat Jadi Pengedar Narkotika, Seorang Ibu Rumah Tangga di Klaten Ditangkap Polisi

"Jadi untuk tersangka KYA ini dia memproduksi tembakau gorila. TKP-nya di Dukuh Klemut, Desa Jebugan, Klaten Utara sebagai tempat produksinya. Barang bukti 1,5 kilo tembakau gorila," ujar Kasat Res Narkoba Polres Klaten, AKP Mulyanto, Senin (27/9/2021).

Menurut AKP Mulyanto, para pelaku memasarkan tembakau gorila tersebut secara online lewat media sosial sehingga para pembeli dan penjual tidak saling mengenal.

Diakuinya, satu lintingan tembakau gorila yang diproduksi tersebut dijual dengan harga Rp150 ribu.

"Kalau sudah jadi, sudah di produksi kemudian pembelinya itu dari luar kota semua seperti Solo Jogja, yang produksi si KYA ini, satu linting itu dijual Rp150 ribu," imbuhnya.

Kemudian, lanjut Kasat 1 kilogram tembakau gorila dijual oleh para tersangka dengan harga Rp40 juta.

Baca juga: Bareskrim Polri Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berskala Mega di Bantul

Sementara KYA mengaku jika 1 kilogram tembakau gorila yang ia produksi membutuhkan modal sekitar Rp26 juta dan setelah diolah dijual Rp40 juta sehingga dia bisa meraup untung hingga Rp14 juta per kilogramnya.

"Saya belajar membuatnya dari media sosial dan alat-alat itu dicampur dengan takaran yang sudah ditentukan," ucapnya.  

Atas perbuatannya memproduksi tembakau gorila itu, KYA dan tersangka lainnya  disangkakan dengan Pasal 113 ayat (2) Sub Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 (1) Undang –undang (UU) RI No.35 Tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman pidana paling singkat lima tahun, pidana seumur hidup hingga pidana mati.

Sedangkan denda paling sedikit Rp 1.000.000.000 dan paling banyak Rp 10.000.000.000. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved