Breaking News:

Jawa

Pemkot Magelang Sosialisasikan Cukai Melalui Media Seni Wayang Kulit

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang ketentuan cukai.

Dokumentasi Pemkot Magelang
Pemkot Magelang Sosialisasikan Cukai Melalui Media Seni Wayang Kulit 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistika (Diskominsta) menggunakan  wayang kulit dalam sosialisasi ketentuan bidang cukai melalui media dan seni.

Sosialisasi itupun, diwujudkan dalam pagelaran wayang kulit yang diadakan di Gedung Wanita Kota Magelang, pada Sabtu (25/09/2021) lalu.

Dengan menghadirkan lakon "Ismoyo Jati Ngruwat Bumi" dengan dalang Ki Purbo Asmoro dari Surakarta dan bintang tamu Duo Sinden Mimin Apri.

Kabid Komunikasi dan Informasi Publik Diskominsta Kota Magelang Prianta Adi Wibawa menuturkan, sosialisasi ketentuan bidang cukai melalui media dan seni disajikan dalam bentuk pagelaran wayang kulit secara virtual yang disisipi pesan-pesan informasi sebagai sarana diseminasi informasi yang menarik dan efektif.

Baca juga: Pemkot Magelang Permudah Pelayanan Kependudukan bagi Anak yang Lahir di Luar Fakses Daerah

"Menarik, karena informasi yang disampaikan dikemas dalam visualisasi, ada alur cerita yang sistematis, diserta musik tradisional yang menghibur dan mengedukasi," katanya Selasa (28/09/2021)..

Selain itu, sosialisasi ini sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah dengan Bea Cukai yang merupakan bagian dari unsur penilaian kinerja pemerintah daerah yang nantinya dipengaruhi besaran nilai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Adapun pagelaran wayang kulit dipilih dengan maksud untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang ketentuan cukai sehingga nantinya dapat menurunkan tingkat pelanggaran.

"Dan pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan penerimaan negara khususnya di bidang cukai," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Magelang Heru Prayitno memaparkan, pada prinsipnya cukai itu adalah pungutan negara terhadap barang yang menurut sifat dan kriteria tertentu.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Data, Pemkot Magelang Gelar Workshop Metadata

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved