Asprov PSSI DIY Cari Pihak Ketiga untuk Dukung Tes Antigen di Kompetisi Liga 3 2021

Mahalnya biaya untuk penerapan prokes mulai dari pengecekan pemain menggunakan rapid antigen menjadi salah satu yang perlu diatasi.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Workshop Asprov PSSI DIY di Monumen PSSI, Senin (27/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar workshop untuk menyiapkan kompetisi Liga 3 DIY, Senin (27/9/2021) di Monumen PSSI.

Dalam kesempatan itu ada beberapa hal yang dibahas terkait bagiamana penyelenggaraan Liga 3 di tengah pandemi Covid-19 ini, terutama dari sisi penerapan protokol kesehatannya.

Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno, menyadari keadaan pandemi Covid-19 saat ini menjadi kendala dalam pelaksanaan kompetisi.

Sebabnya, kompetisi Liga 3 tidak bisa disamakan dengan kompetisi profesional di atasnya.

Mahalnya biaya untuk penerapan prokes mulai dari pengecekan pemain menggunakan rapid antigen menjadi salah satu yang perlu diatasi.

"Pemain-pemain yang akan main nanti tetap akan dites swab antigen dulu, baru nanti prokes penunjang lainnya. Harapannya dalam wokshop ini ada solusi yang bisa disepakati bersama nantinya," kata Syauqi.

Seperti diketahui harga swab antigen di DIY berkisar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu sekali tes.

Nantinya setiap tim wajib melakukan tes tersebut di setiap pertandingan.

Praktis dengan hal tersebut tim akan merogoh kocek lebih dalam untuk dapat memainkan pemainnya di tiap pertandingan.

Jika saja diasumsikan pemain yang diboyong ke lapangan 18 orang dan dua pelatih, setidaknya satu kali pertandingan tim akan membayar sekitar Rp2 juta untuk sekali tes antigen.

Untuk itu Syauqi menambahkan sampai saat ini pihaknya masih mencari pihak ketiga untuk turut mendukung kompetisi ini dalam bentuk swab antigen.

"Artinya kalau kita bisa dapat mitra, setidaknya bisa memberikan potongan harga, kita bakal masukkan mereka sebagai sponsor, namanya kita pajang di tiap pertandingan," jelasnya.

Perlu diketahui, saat ini ada 20 peserta Liga 3 DIY yang akan mengikuti kompetisi musim 2021/2022.

Akan tetapi dua klub, UAD FC dan Gelora Handayani kemungkinan tidak akan mengikuit kompetisi karena satu dan lain hal.

Sehingga diperkirakan bakal ada 18 klub yang siap bertanding pada Liga 3 DIY pada tahun 2021 ini.

"Kita bisa maklumi bagi klub yang tidak bisa mengikuti kompetisi karena situasi saat ini memang tidak menguntungkan, tapi itu tidak menggugurkan aturan jika dua tahun tidak ikut kompetisi maka akan mendapat sanksi," paparnya.

Dengan jumlah 18 klub, Asrpov PSSI DIY berencana untuk membagi klub ke dalam dua grup, skemanya setiap tim akan melakukan petandingan sebanyak 10 kali, minimal delapan kali pertandingan di putaran grup.

Sementara itu, kick off Liga 3 direncanaan pada mulai tanggal 7 November 2021 mendatangan dengan opsi home tournament.

Untuk mengunakan sistem itu, Asprov DIY sudah membidik 10 stadion untuk melangsungkan pertandingan, semisal Stadion Maguwoharjo, Mandala Krida, Tridadi, Dwi Windu, Sultan Agung, dan Kridosono.(*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    Persib
    21
    14
    3
    4
    37
    25
    10
    45
    2
    Persija Jakarta
    22
    13
    5
    4
    31
    11
    13
    44
    3
    PSM Makasar
    22
    12
    8
    2
    39
    8
    22
    44
    4
    Madura United
    23
    11
    4
    8
    29
    14
    5
    37
    5
    Borneo
    21
    10
    6
    5
    38
    18
    15
    36
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved