Breaking News:

Vaksinasi Covid-19 Anak di Bawah Usia 12 Tahun Masih Tahap Penelitian, Vaksin Remaja Harus Digenjot

Pemberian vaksinasi Covid-19 untuk anak di bawah usia 12 tahun mulai ramai dibicarakan. Diketahui, salah satu perusahaan pembuat

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ilustrasi penyuntikan vaksin 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemberian vaksinasi Covid-19 untuk anak di bawah usia 12 tahun mulai ramai dibicarakan.

Diketahui, salah satu perusahaan pembuat vaksin Covid-19, Pfizer dan BioNTech mengklaim vaksin yang mereka buat aman untuk anak-anak berusia 5-11 tahun.

Mereka menggunakan dosis 10 mikrogram atau 1/3 dari dosis dewasa yang mencapai 30 mikrogram.

Baca juga: Bakal Disambangi Presiden Jokowi, Pemadaman Lampu Malioboro Selepas 20.00 Tidak Diberlakukan Lagi

Meski begitu, masih dibutuhkan data yang lebih lengkap agar vaksin Covid-19 merek Pfizer bisa disuntikkan ke lebih banyak anak di dunia.

Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, dr Mei Neni Sitaresmi PhD SpAK mengatakan kabar tersebut merupakan kabar baik.

“Karena masih dalam tahap penelitian, kita tunggu saja apakah vaksin Covid-19 sudah bisa diberikan kepada anak-anak dengan usia di bawah 12 tahun atau belum,” ucapnya kepada Tribun Jogja, Senin (27/9/2021).

Dia menjelaskan, ada cukup banyak tahapan agar vaksin Covid-19 bisa disuntikkan secara massal.

Tahapan pertama tentu saja melewati persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang akan mengeluarkan izin edar, termasuk peruntukkannya, usia dan dosis.

Baca juga: Besok Uji Coba Pembukaan Kawasan Alwa Kulon Progo, Akan Diberlakukan Sistem Ganjil Genap

“Semua persetujuan itu juga berdasarkan kajian yang lengkap dari hasil uji klinis dan masukan dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (Itagi). Kemenkes kemudian akan mengeluarkan petunjuk teknisnya,” papar Mei lagi.

Namun, dia turut menekankan, masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan sembari menunggu vaksinasi Covid-19 dinyatakan betul-betul aman untuk anak.

“Catatannya, saat ini, secara nasional, cakupan vaksinasi untuk remaja masih belum baik. Maka, hal tersebutlah yang harusnya diadvokasi dan didorong agar cakupan vaksin untuk remaja, bumil dan lansia semakin baik,” tandasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved