Breaking News:

Pandemi Belum Usai, Produsen Bakpia di Yogyakarta Kurangi Stok hingga Jual Online

Pandemi Belum Usai, Produsen Bakpia di Yogyakarta Kurangi Stok hingga Jual Online

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/MIFTAHUL
Sejumlah perajin bakpia sedang melakukan proses packing bakpia di salah satu rumah produsen bakpia, Minggu (26/9/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pandemi Covid-19 membuat sebagian produsen bakpia di Kota Yogyakarta harus mengurangi produksinya.

Salah satu produsen bakpia bernama Nung (43) mengatakan untuk menghindari stok berlebih, dirinya terpaksa mengurangi produksinya,

Bahkan di awal pandemi tahun lalu, mereka sempat tutup beberapa bulan. Kemudian mulai bangkit perlahan meski awal-awal masih menerapkan buka tutup. 

"Kalau biasanya sehari itu takaran kulit bisa sampai 20 kilogram, itu sebelum pandemi. Pas pandemi menurun drastis kadang, bikin kadang nggak," kata perajin bakpia Eny 532, Minggu (26/9/2021).

Dia menjelaskan bahwa permintaan dari toko-toko untuk kiriman bakpia sudah mulai meningkat. Dia pun optimis bisa segera kembali ke normal yaitu 20 kilogram kulit bakpia per hari. 

"Udah agak normal. Sekarang kalau banyak pesanan 20 kilo lagi (kulit) bisa," ujarnya. 

Baca juga: Produsen Bakpia Berharap Ada Lebih Banyak Kunjungan Wisatawan Setelah Pelarangan Mudik Usai

Baca juga: Alumni SIPSS Angkatan 2016 Gelar Baksos di Malioboro dan Panti Asuhan

Selain itu melalui sistem penjualan online, bakpia-bakpia ini tetap bisa dinikmati oleh masyrakat dari jauh yang tidak bisa ke Yogyakarta

"Ada dari Sumatera ada juga Kalimantan," katanya. 

Antik (28) perajin bakpia lain mengatakan bahwa memang belum semua penjual bakpia buka 100 persen. 

Ada yang memang masih tutup, ada yang sehari buka sehari tutup, dan ada yang sudah full buka. 

"Kemarin (awal pandemi) banyak yang tutup hampir 90 persen tutup terus yang bikin itu cuma beberapa, ada 3 tempat. Tapi tidak setiap hari bikin sekarang bikin besok nggak gitu. Soalnya banyak juga yang jual di Malioboro kan jadi kena dampaknya (corona)," kata Antik. 

Dia mengatakan di gang ini, ada belasan produsen Bakpia Pathuk. Mau tidak mau, para perajin harus berinovasi salah satunya para produsen menjual produknya via online. (Tribunjogja/Miftahul Huda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved