Breaking News:

Ini Alasan Kenapa Menghisap Luka Bekas Gigitan Ular Berbisa Dinilai Tak Efektif

Racun ular disuntikan ke dalam pembuluh darah yang langsung menyebar mengikuti aliran darah, maka nyaris tidak mungkin untuk mengeluarkannya

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar

TRIBUNJOGJA.com - Beberapa jenis ular berbisa memiliki racun yang neurotoksin yang sangat mematikan. Bahkan ia bisa membunuh manusia dalam hitungan menit.

Racun tersebut bisa masuk ke dalam sistem peredarahan darah dan kemudian melumpuhkan organ-organ vital.

Korban gigitan ular juga mengalami kesulitan bernapas hingga akhirnya bisa meninggal dunia.

Pertanyaannya, bagaimana mengatasi gigitan ular berbisa sehingga dapat terhindar dari efek mematikan tersebut?

Adegan mengisap luka gigitan ular seperti yang terlihat di film-film nyatanya tak bisa menyembuhkan sama sekali.

Bahkan sejumlah ahli melarang hal itu dilakukan lantaran akan meningkatkan risiko infeksi dan bisa memperparah efek akibat racun yang masuk ke dalam aliran darah.

"Bukti menunjukkan bahwa memotong dan mengisap, atau menempelkan es tidak bermanfaat untuk membantu korban," kata Robert A. Barish, MD, seorang dokter ruang gawat darurat dan dekan asosiasi urusan klinis di University of Maryland School of Medicine.

Sebagaimana dikutip TRIBUNJOGJA.com dari WEB MD, sayangnya metode mengisap luka gigitan ular sudah diterima secara luas dan diyakini mampu menyembuhkan korban.

Padahal, metode itu justru bisa memperparah luka akibat gigitan ular. Semisal sebagian besar hal ini bisa menambah bakteri yang berasal dari air liur.

Selain itu, racun ular disuntikan ke dalam pembuluh darah yang langsung menyebar mengikuti aliran darah, maka nyaris tidak mungkin untuk mengeluarkannya dengan cara menghisap luka gigitan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved