Breaking News:

GKR Indonesia Gandeng Koinku, Gelar Vaksinasi Massal untuk 1.000 Warga DI Yogyakarta 

Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia berkolaborasi dengan perusahaan kripto Koinku, menggelar vaksinasi massal Covid-19, di Auditorium UPN

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
GKR Bendara saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di Auditorium UPN Veteran Yogyakarta, Minggu (26/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia berkolaborasi dengan perusahaan kripto Koinku, menggelar vaksinasi massal Covid-19, di Auditorium UPN Veteran Yogyakarta, pada Minggu (26/9/2021) siang. 

Inisiator GKR Indonesia, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara menandaskan, dalam kesempatan itu, pihaknya menyasar sedikitnya 1.000 warga DI Yogyakarta.

Mulai dari kalangan pelajar, hingga penyandang disabilitas, serta keluarganya. 

Baca juga: Masuki Awal Musim Hujan, 7 Desa di Klaten Masih Dapat Bantuan Air Bersih

Dengan status kota pendidikan dan pariwisata, lanjutnya, vaksinasi bagi warga masyarakat Yogyakarta harus dapat dipercepat. Oleh sebab itu, GKR Indonesia pun tak ragu menjalin sinergi dengan berbagai pihak-pihak lain. 

"Yogyakarta memang jadi target utama kami, agar bisa secepatnya mencapai 80 persen. Dengan begitu, ekonomi penduduknya bisa kembali bergerak," terangnya. 

Selain itu, Bendara juga mendorong pemerintah, agar menggulirkan program vaksinasi bagi anak di bawah 12 tahun. Sebab, ia menilai, mereka membutuhkan vaksin, supaya bisa mengikuti pembelajaran tatap muka. 

"Apalagi banyak anak-anak yang juga memiliki komorbid atau penyakit penyerta sejak lahir. Akan sangat riskan, jikalau mereka tidak segera divaksin," tandasnya. 

Putri Raja Kraton Ngayogyakarta itu menuturkan, saat ini China sudah mulai mengimunisasi warga yang berusia di bawah 12 tahun. Menurutnya, GKR Indonesia pun telah menyampaikan pandangan itu kepada pemerintah. 

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 26 September 2021: Tambah 61 Kasus Baru, 3 Orang Meninggal

"Kita menunggu kebijakan dari pemerintah. Ini memang ranahnya dinkes, tapi ini kita sudah utarakan. Dari BKKBN  juga sudah mengutarakan. Jadi, harapannya diutamakan anak-anak yang punya komorbid dulu," cetusnya. 

Sementara itu, CEO Koinku, Eddy Susanto menandaskan,  pihaknya siap mendukung target capaian vaksinasi DIY 80 persen pada akhir Oktober 2021. Pasalnya, Ia menyadari, tingkat kesehatan, berdampak pada kualitas SDM. 

"Sebagai start-up yang dilahirkan di Yogyakarta, sejak awal kami memang memiliki keinginan untuk bisa memberikan kontribusi pada Yogyakarta, yang memiliki potensi lokal sangat besar, terutama SDM-nya," katanya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved