Sebanyak 98,68 Persen Warga Gunungkidul Sudah Lakukan Perekaman KTP Elektronik

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul memaksimalkan proses perekaman KTP Elektronik alias KTP-El. Apalagi saat ini

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
Ist
Ilustrasi KTP 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul memaksimalkan proses perekaman KTP Elektronik alias KTP-El.

Apalagi saat ini, persediaan blangko untuk mencetak KTP-El fisik sedang melimpah.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Disdukcapil Gunungkidul, Arisandy Purba menyampaikan ada 610.607 jiwa penduduk yang wajib melakukan perekaman data KTP-El.

"Angka itu merupakan hasil pendataan hingga Agustus 2021," kata Ari pada wartawan, Jumat (24/09/2021).

Baca juga: Dinkes Kota Yogyakarta Belum Rekomendasikan Anak di Bawah 12 Tahun Masuk Mall 

Sejauh ini, ia mengatakan 602.556 jiwa sudah melakukan perekaman data KTP-El. Angka ini setara dengan 98,68 persen dari total penduduk yang wajib melakukan perekaman data.

Ari mengatakan setidaknya masih ada 8.051 jiwa yang belum merekam data KTP-El. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan terkendalanya proses perekaman data.

"Pandemi COVID-19 ini cukup berpengaruh terhadap proses tersebut," ungkapnya.

Pengaruhnya terjadi pada warga yang baru memasuki umur 17 tahun. Banyak di antara mereka yang belum merekam data KTP-El lantaran disibukkan dengan aktivitas pembelajaran secara daring.

Disdukcapil pun kini menggandeng sekolah-sekolah untuk proses perekaman KTP-El. Harapannya, jumlah warga yang wajib melakukan perekaman data bisa meningkat dan mencapai target.

Baca juga: Evakuasi Korban Laka Lantas Bus Sugeng Rahayu Vs Truk Kontainer di Kulon Progo Pakai Alat Ekstrikasi

Terpisah, Kepala Disdukcapil Gunungkidul Markus Tri Munarja memastikan persediaan blangko KTP-El sedang melimpah. Pihaknya bahkan mendapat blangko tambahan dari Pemda DIY.

"Kami memiliki blangko sebanyak 2.854 keping, kemudian bantuan dari Pemda sebanyak 2.000 keping," jelas Markus.

Ia mengatakan stok tersebut sangat mencukupi. Terutama untuk melayani permohonan perekaman KTP-El yang setiap harinya bisa mencapai 40 orang.

Meski demikian, Disdukcapil masih membatasi jumlah pemohon yang mengajukan perekaman data. Menurut Markus, kebijakan diambil mengingat masih dalam situasi pandemi.

"Jadi kami layani secara online, selain mengurangi kerumunan juga memudahkan pelayanan," ujarnya. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved