Breaking News:

Beralih ke Listrik, Produktivitas Petani di Boyolali Kian Meningkat

Kamis (23/9/2021) PLN meresmikan secara simbolis 33 sumur sawah bertenaga listrik di desa tersebut

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
ist
Kamis (23/9/2021) PLN meresmikan secara simbolis 33 sumur sawah bertenaga listrik di desa tersebut 

TRIBUNJOGJA.COM, BOYOLALI - Guna meningkatkan produktivitas pertanian, para petani di Desa Jagoan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, memanfaatkan sumur sawah dengan tenaga listrik.

Selain lebih mudah dalam operasionalnya, sumur listrik disebut memiliki biaya operasional yang lebih murah, sehingga bisa mengoptimalkan pendapatan petani.

Untuk mendukung sektor pertanian tersebut, pada Kamis (23/9/2021) PLN meresmikan secara simbolis 33 sumur sawah bertenaga listrik di desa tersebut. 

Ketua Kelompok Tani Subur, Desa Jagoan, Pardi, mengatakan kebutuhan air dalam usaha pertanian tidak bisa dipungkiri lagi. Disebutkan ketercukupan air juga dapat menentukan kualitas dan produktivitas padi di sawah.

"Sebelum ada sumur sawah, karakter pertanian di wilayah ini hanya panen sekali. Kalau musim hujan baru tanam padi. Sebelumnya palawija, padi kemudian palawija. Kalau dengan dukungan sumur, bisa padi, padi, kemudian kalau masih hujan bisa padi lagi, baru palawija," kata Pardi. 

Namun dengan adanya sumur, juga butuh biaya operasional. Sebab untuk menggerakkan pompa sumur juga dibutuhkan sumber tenaga.

Sejauh ini ada dua pilihan, yakni dengan mesin diesel dengan bahan bakar minyak (BBM) dan dengan listrik. Namun kini para petani setempat tertarik menggunakan sumur sawah bertenaga listrik. Sebab menurutnya, dengan menggunakan listrik dapat memangkas biaya operasional cukup banyak. 

"Setelah sumur jadi, biaya operasional (sumur listrik) lebih murah dibanding diesel. Kalau bensin (BBM) untuk diesel habis 1,5 liter (dalam satu jam). Listrik paling hanya Rp2.500-Rp3.000 per jam. Kalau bensin misalnya saja Rp10.000 (satu liter) jadi biayanya Rp15.000, dan listrik hanya Rp3.000 jadi selisihnya Rp12.000," jelasnya. 

Pada Kamis pagi, di lokasi tersebut diresmikan 33 sumur sawah dengan tenaga listrik. Peresmian dihadiri langsung oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY, M. Irwansyah Putra, Manager PLN UP3 Klaten, Elpis J. Sinambela, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto, Pemerintah Kecamatan Sambi, Pemerintah Desa Jagoan dan kelompok tani setempat. 

M. Irwansyah Putra, menyampaikan penyediaan kelistrikan merupakan tugas pokok PLN. Termasuk salah satunya kebutuhan listrik dalam upaya mendukung sektor pertanian. Untuk itu saat ini PLN memiliki program Electrifying Agriculture. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved