Breaking News:

Kasus Kematian Covid-19 di DI Yogyakarta Turun Drastis, Stok Peti Jenazah Menumpuk 

Melandainya persebaran Covid-19 di DI Yogyakarta dalam kurun satu bulan terakhir berdampak pula pada penurunan angka kematian. Sehingga, stok peti

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
dok BPBD Kota Yogyakarta
Petugas BPBD Kota Yogyakarta saat melakukan proses pemakaman jenazah dengan prosedur Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Melandainya persebaran Covid-19 di DI Yogyakarta dalam kurun satu bulan terakhir berdampak pula pada penurunan angka kematian. Sehingga, stok peti jenazah yang sudah disiagakan pun saat ini menumpuk. 

Kabid Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Robertus Ali Sadikin, berujar, beberapa waktu lalu, saat tren kematian akibat virus corona meningkat, pihaknya memperoleh bantuan 500 peti jenazah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Alokasi peti jenazah tersebut, kemudian didistribusikan ke pemerintah kota dan kabupaten, guna mengakomodir warga yang meninggal dunia karena paparan Covid-19 dan harus dimakamkan dengan prosedur protokol kesehatan. 

Baca juga: Terapkan Sistem Merit, Pemkab Magelang Raih Penghargaan Dari KASN

"Jadi, waktu kasus melonjak, peti jenazah itu langsung kita distribusikan ke kabupaten kota. Ke Sleman 150, Bantul 150, Kulonprogo 50, Gunungkidul 50 dan Kota 100. Bahkan, ini di kantor masih ada 100 peti," katanya, Rabu (22/9/2021). 

Walau begitu, Ali menandaskan, stok peti yang menumpuk itu tetap disimpannya, sebagai langkah antisipasi, jikalau kasus melonjak sewaktu-waktu. Ia sudah menginstruksikan pasa daerah, supaya melaksanakan langkah serupa. 

"Jadi, itu belum terpakai semua. Buat stok saja, ya, agar setiap daerah tetap punya kalau membutuhkan, karena itu kan untuk perbantuan waktu kasus kematian melonjak. Nah, sekarang kami jadikan stok persediaan," cetusnya. 

Ia menegaskan, meski tren penularan dan kematian sudah menurun sangat drastis, situasi pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Fenomena tersebut, memang meringankan tugas jajarannya. Tapi, ditekankannya, masyarakat jangan sampai lengah, karena virus corona tetap mengintai. 

"Sekarang kasus sudah melandai, kematian juga perlahan-lahan sudah mulai turun. Kita harus sama-sama menjaga ya, protokol kesehatan tetap ditaati lah," tandas Ali. 

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Yogyakarta, Budi Purwono menyampaikan bahwa pihaknya memperoleh alokasi 100 peti jenazah dari provinsi, ketika kasus kematian melonjak pada kisaran Juli silam. 

Baca juga: Operasi Patuh Progo 2021, Polres Gunungkidul Fokuskan Kepatuhan Prokes di Masyarakat

Hanya saja, peti dilimpahkannya ke RSUD Kota Yogyakarta, yang selaras mekanisme Peraturan Wali Kota, bertugas memulasarakan jenazah secara terpusat. Baik untuk pasien yang meninggal di fasilitas kesehatan, dan di rumah. 

"Data informasi (terkait sisa peti) memang kita belum ada detailnya. Tapi, intinya, peti sudah kita alokasikan terpusat, satu pintu ke Wirosaban. BPBD kan tugasnya koordinasi, karena tugas pemulasaraan di RSUD," katanya. 

Namun, secara garis besar, angka kematian di kota pelajar sejauh ini memang mengalami pelandaian yang signifikan. Bahkan, dalam kurun waktu 10 hari terakhir, hanya terdapat empat kasus kematian yang tercatat. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved