Breaking News:

Kasus Covid-19 Melandai, Bed Occupancy Rate (BOR) di Sleman Turun Hingga 21,57 Persen 

Kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman terus melandai, seiring penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman terus melandai, seiring penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah berjalan dua bulan lebih.

Tingkat keterisian tempat tidur Isolasi atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah RS rujukan Covid-19 di Bumi Sembada kini mengalami penurunan hingga 21,57 persen.

Penurunan ini cukup siginifikan, jika dibanding bulan Juli lalu, yang menembus hingga di atas 90 persen. 

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Hari Ini Rabu 22 September 2021, Potensi Hujan Siang Malam

"BOR untuk tempat tidur isolasi sekarang 21,57 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, ditemui di pendopo Parasamya, kemarin. 

Angka keterisian tempat tidur tersebut dari seluruh RS rujukan Covid-19 yang ada di Sleman.

Cahya menyebut, total kapasitas tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan berjumlah 677 bed.

Saat ini hanya terisi 146 pasien. Sementara, tempat tidur critical (ICU) berjumlah 119 bed dan sekarang hanya terisi 44 pasien atau setara 36,9 persen. 

Trend kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman kini cenderung terus melandai. Pada bulan Juli, kasus aktif mencapai 7.659 kasus dan bulan Agustus 6.131 kasus.

Bulan September, hingga tanggal 20, hanya ada 691 kasus.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di DI Yogyakarta Hari Ini, Rabu 22 September 2021

Karenanya, demi efisiensi tenaga kesehatan (nakes) maka dari 40 persen tempat tidur yang semula disiapkan seluruh RS, kini sudah diturunkan hanya sekitar 20 persen.

Meski demikian, Cahya memastikan bahwa tempat tidur Isolasi di RS tetap disiagakan. 

"Jadi nanti kalau terjadi lonjakan kasus, semua sudah siap. Cuma (sekarang) tenaga nakes-nya dialihkan. Kami efektif efisienkan. Nanti jangan-jangan orangnya lebih banyak yang menjaga dari pada yang dijaga. Itu kan enggak efektif efisien," kata dia. 

Diketahui, total akumulasi pasien konfirmasi positif di Sleman sebanyak 54.013 orang.

Dari jumlah tersebut, 50.958 orang sudah sembuh dan 2.364 orang meninggal dunia.

Lainnya masih dalam perawatan. Tingkat kesembuhan berada di angka 94.34 persen. Angka ini meningkat dibanding minggu sebelumnya, dan lebih tinggi dari angka kesembuhan nasional. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved