Breaking News:

200 Anggota Forum Daya Tarik Wisata Magelang Belum Memiliki Scan Barcode PeduliLindungi

200 Anggota Forum Daya Tarik Wisata Magelang Belum Memiliki Scan Barcode Pedulilindungi

TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Calon penumpang pesawat sedang mengakses aplikasi Pedulilindungi di Bandara YIA, Kulon Progo, Selasa (14/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebagian besar destinasi wisata di Kabupaten Magelang belum memiliki scan barcode PeduliLindungi yang menjadi syarat uji coba pembukaan wisata.

Ketua Forum Daya Tarik Wisata (DTW) Kabupaten Magelang, Edwar Alfian mengatakan kepemilikan scan barcode PeduliLindungi didapat berdasarkan rekomendasi dari Kemenparekraf.

"Sejauh ini, untuk mendapatkan scan barcode itu (PeduliLindungi) bagi destinasi wisata yang sudah diizinkan melakukan uji coba pembukaan wisata seperti Candi Borobudur.

Sedangkan, yang belum mendapakan rekomendasi belum bisa menerima,"jelasnya kepada Tribunjogja.com, Rabu (22/09/2021).

Ia mengungkapkan, 200 anggota DTW sejauh ini belum mendapatkan scan barcode PeduliLindungi.

Namun, beberapa destinasi wisata di Kabupaten Magelang sudah pernah mencoba melakukan simulasi penggunaan scan barcode PeduliLindungi, seperti Ketep Pass dan Svargabumi Borobudur.

"Kami sudah pernah memakai aplikasi itu (PeduliLindungi) pada simulasi bulan lalu. Namun, penggunaan scan tersebut hanya dipakai sebatas simulasi itu saja,"ungkapnya.

Baca juga: Persiapan Pembukaan Pariwisata, Pengelola Desa Wisata Kembang Arum Mulai Berbenah

Baca juga: Baru 10 Tempat Usaha di DIY yang Memiliki Scan Barcode PeduliLindungi

Menurutnya, masih banyak ditemui kendala dalam pemakaian aplikasi PeduliLindungi saat berwisata.

Seperti, permasalahan akses jaringan internet hingga gangguan dari sistem aplikasi PeduliLindungi.

"Masih banyak kekurangan dari aplikasi tersebut. Di antaranya, akses jaringan internet yang tidak stabil terutama destinasi wisata yang sulit dijangkau internet. Kemudian, dari aplikasinya sendiri. Di mana, masih ditemui kesalahan sistem seperti tidak sesuainya data pengunjung,"terangnya.

Pihaknya pun berharap, kelemahan dari aplikasi PeduliLindungi bisa diatasi dengan baik.

Sehingga, ketika nantinya semua destinasi wisata diperbolehkan dibuka tidak mengalami kendala.

"Ya, harapannya ada perbaikan untuk itu (aplikasi PeduliLindungi). Agar, pengelola dan pengunjung bisa merasa aman dan nyaman ketika berwisata," urainya. (Tribunjogja/Nanda Sagita Ginting)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved