Breaking News:

Periksa Irjen Napoleon Dalam Kasus Penganiayaan Muhammad Kece, Polisi Tunggu Izin dari MA

Periksa Irjen Napoleon Dalam Kasus Penganiayaan Muhammad Kece, Polisi Tunggu Izin dari MA

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/2/2021). Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) tiga tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Tersangka kasus penistaan agama, Muhammad Kasman alias Muhammad Kece dianiaya di dalam rutan Bareskrim pada 25 Agustus lalu.

Tak hanya dianiaya, Kece juga dilumuri kotoran manusia.

Pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kece adalah Irjen Napoleon Bonaparte.

Irjen Napoleon diduga dibantu oleh tiga tahanan lainnya yang salah satunya diketahui Maman Suryadi.

Kasus penganiayaan tersebut sudah dilaporkan oleh Kece ke polisi pada 26 Agustus yang tercatat dengan nomor LP:0510/VIII/2021/Bareskrim.

Namun hingga kini pihak kepolisian belum melakukan pemeriksaan terhadap Irjen Napoleon lantaran masih menunggu izin dari Mahkamah Agung.

Dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Pol Ferdy Sambo mengatakan, Irjen Napoleon Bonaparte belum diperiksa karena pihaknya masih menunggu izin dari Mahkamah Agung (MA).

"Divisi Propam Polri belum melakukan pemeriksaan terhadap Irjen NB karena masih harus menunggu izin dari Mahkamah Agung," kata Sambo, melalui keterangan pers, Selasa (21/9/2021).

Napoleon berstatus sebagai terdakwa dalam kasus penghapusan daftar pencarian orang atas nama Djoko Tjandra dalam sistem keimigrasian berdasarkan red notice.

Ia divonis 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved