Breaking News:

Jumlah Pasien Covid-19 Menurun, RS Panembahan Senopati Bantul Alihkan Penggunaan Tempat Tidur

Dari data Dinkes Bantul pada Senin (20/9/2021) kemarin, angka kasus konfirmasi Covid-19 bertambah sebanyak 40 orang.

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
RSUD Panembahan Senopati, Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Angka kasus Covid-19 yang secara konsisten di angka yang rendah berimbas pada penurunan pasien yang dirawat di RSUD Panembahan Senopati (RSPS) Bantul.

Dengan turunnya kasus Covid-19 di Bantul, maka RSPS mengeluarkan kebijakan mengalihkan 37 tempat tidur yang selama ini untuk merawat pasien Covid-19, sekarang untuk perawatan pasien non Covid-19.

Direktur RSPS Bantul, I Wayan Marthana Widiana Kedel, mengungkapkan pengalihan fungsi tempat tidur pasien Covid-19 ke pasien Non Covid-19 sudah dilakukan uji coba pada hari Jumat (17/9/2021) dan Sabtu (18/9/2021) kemarin.

Adapun 37 tempat tidur yang kini digunakan untuk pasien non Covid-19 yakni terdiri dari 16 tempat tidur di Bangsal Melati, 7 tempat tidur ICU, dan 14 tempat tidur di bangsal Mawar 2.

Meski dilakukan pengalihan tempat tidur pasien Covid-19 ke pasien non Covid-19, dirinya memastikan bahwa RSPS masih ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 dan saat ini menyediakan 44 tempat tidur untuk pasien Covid-19.

"Kita tetap antisipasi jika nantinya terjadi penambahan kasus Covid-19 yang sangat banyak seperti pada bulan Juli kemarin," ujarnya Selasa (21/9/2021).

Adapun pengalihan tempat tidur pasien Covid-19 ke pasien non Covid-19 ini sejalan dengan kebijakan dari Bupati Bantul, di mana dengan terkendalinya pandemi ini melalui PPKM, maka diperlukan juga penyesuaian dengan pengalihan tempat tidur untuk melayani pasien non Covid-19.

Dari data Dinkes Bantul pada Senin (20/9/2021) kemarin, angka kasus konfirmasi Covid-19 bertambah sebanyak 40 orang.

"Setelah pemerintah pusat menurunkan level PPKM maka kami izinkan tempat tidur untuk pasien Covid-19 dialihkan untuk pasien non Covid-19,"ungkapnya.

Terpisah Sekda Bantul, Helmi Jamharis, mengakui lima shelter Covid-19 milik yang dikelola Pemkab Bantul saat ini kosong atau tidak terisi pasien Covid-19.

Meski tak ada pasien yang dirawat, namun pihaknya belum akan menutup shelter-shelter tersebut.

Ia menyebut, tenaga kesehatan (nakes) yang biasa bertugas di shelter akan dialihkan untuk membantu vaksinasi, sementara tenaga keamanan dan kebersihan tetap menjaga selter atau isoter tersebut.

"Untuk selter kalurahan silahkan ditutup jika tidak ada pasien. Saat ini jika ada kasus baru akan langsung ditangani oleh RSLKC Bambanglipuro yang BOR nya juga menurun drastis," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved