Breaking News:

Tanggapan Keras Korea Utara terhadap Pakta Pertahanan Bentukan AS, Inggris dan Australia

Negara yang dipimpin Kim Jong-un itu mengatakan bahwa aliasi tiga negara itu dapat memicu perlombaan senjata nuklir di dunia.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
STR / KCNA MELALUI KNS / AFP
Presiden Korea Utara Kim Jong Un saat parade militer di ulang tahun pendirian ke-73 Korea Utara di Lapangan Kim Il Sung di Pyongyang. Gambar ini diambil pada 9 September 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara menunjukkan 

TRIBUNJOGJA.COM - Korea Utara mengutuk pembentukan pakta pertahanan baru oleh Amerika Serikat (AS), Inggris dan Australia, yakni Aukus.

Negara yang dipimpin Kim Jong-un itu mengatakan bahwa aliasi tiga negara itu dapat memicu perlombaan senjata nuklir di dunia.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri mengatakan aliansi Aukus akan mengganggu keseimbangan strategis di kawasan Asia-Pasifik.

Kesepakatan itu akan membuat AS dan Inggris memberi Australia teknologi untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir.

Ini secara luas dipandang sebagai upaya untuk melawan pengaruh China di Laut China Selatan yang diperebutkan.

Pakta Aukus diumumkan minggu lalu dan juga akan mencakup rudal jelajah, Kecerdasan Buatan, dan teknologi lainnya.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam parade pasukan militer di ulang tahun ke-73 Korea Utara di Lapangan Kim Il Sung di Pyongyang. Gambar ini diambil pada 9 September 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara menunjukkan
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam parade pasukan militer di ulang tahun ke-73 Korea Utara di Lapangan Kim Il Sung di Pyongyang. Gambar ini diambil pada 9 September 2021 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara menunjukkan (STR / KCNA MELALUI KNS / AFP)

"Ini adalah tindakan yang sangat tidak diinginkan dan berbahaya yang akan mengganggu keseimbangan strategis di kawasan Asia-Pasifik dan memicu rantai perlombaan senjata nuklir," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri DPRK mengacu pada perjanjian keamanan, dikutip Tribun Jogja dari BBC News.

Pekan lalu, Korea Utara melakukan dua uji senjata utama, yaitu rudal jelajah jarak jauh dan rudal balistik.

China juga mengkritik kesepakatan lewat juru bicara kementerian luar negeri Beijing Zhao Lijian yang mengatakan aliansi Aukus berisiko merusak perdamaian regional dan mengintensifkan perlombaan senjata.

Pyongyang mengatakan itu cukup alami bahwa negara-negara tetangga seperti China mengutuk tindakan ini sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab untuk menghancurkan perdamaian dan stabilitas kawasan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved