Breaking News:

Yogyakarta

Prokes Kontingen PON DIY Diperketat Jelang Keberangkatan ke Papua

Seluruh atlet wajib menjalani karantina selama satu pekan sebelum jadwal keberangkatan masing-masing.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjelang keberangkatan kontingen DI Yogyakarta ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, seluruh atlet wajib menjalani karantina selama satu pekan sebelum jadwal keberangkatan masing-masing.

Dalam hal ini Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY bertindak sebagai fasilitator bekerja sama dengan Hotel UNY.

Selain itu seluruh atlet juga wajib melakukan tes swab antigen hingga PCR.

Upaya ini menurut Ketua Umum (Ketum) KONI DIY, Djoko Pekik Irianto sebagai antisipasi dan jaminan agar semua atlet dalam kondisi aman dan sehat tanpa terpapar Covid-19.

Baca juga: 32 Personel Kontingen DIY Berangkat ke PON XX Papua Hari Ini

Pasalnya hal itu tentu saja dapat menjadi kerugian bagi atlet dan tim jika ketika jelang pertandingan dinyatakan positif Covid-19, praktis mereka tidak akan bisa menjalani pertandingan.

“Ini kami lakukan demi semua atlet kami bisa tampil di PON besok. Karena mereka sudah berlatih lama untuk tampil di PON ini,” katanya.

Upayanya, pihak fasilitator melakukan sterilitasi secara menyeluruh pada ruangan Hotel UNY yang menjadi tempat karantina atlet dan pelatih, serta melakukan steriliasi kendaraan yang akan digunakan mobilisasi atlet.

Selain itu penerapan makan prasmanan di hotel ditiadakan, digantikan dengan makanan yang diantar langsung ke kamar atlet dan pelatih.

"Kemarin kami sudah lakukan tes PCR untuk atlet dan pelatih sepatu roda dan panjat tebing. Hasilnya semua negatif,” tegasnya.

Baca juga: KONI Kota Yogyakarta Beri Uang Saku Tambahan untuk Atlet yang Berlaga di PON XX Papua

Selain melakukan pengetatan di lokasi karantina, Djoko Pekik juga kembali mengingatkan kepada semua pelatih dan atlet untuk menjaga protokol kesehatan secara ketat. 

Untuk menghadapi situasi yang tidak biasa ini, pihak KONI DIY melakukan koordinasi dengan dokter tim untuk mengatasi masalah tersebut

“Dokter yang sudah koordinasi dengan kami, meminta agar prokes diperketat. Khususnya kedisiplinan dalam menggunakan masker. Karena, masuknya virus ini kebanyakan dari mulut dan hidung, jadi sebisa mungkinh jangan lepas masker. Ini juga sudah kami tekankan kepada rombongan yang sudah berangkat, jangan lepas masker selama di penerbangan,” tambah pria yang juga guru besar FIK UNY itu.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved