Musim Kemarau Lebih Panjang, Dropping Air Bersih di Gunungkidul Tahun Ini Disebut Lebih Banyak

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan bahwa dropping air bersih di 2021 lebih banyak dibanding tahun sebelumnya

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul hingga saat ini masih terus melakukan penyaluran (dropping) air bersih.

Pasalnya, masih ada sejumlah wilayah yang warganya mengalami krisis air.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan bahwa dropping air bersih di 2021 lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

"Tahun 2020 lalu tangki air yang disalurkan totalnya hanya mencapai separuh dari kuota yang tersedia," jelas Edy dihubungi pada Minggu (19/09/2021).

Menurutnya, tahun lalu masa musim kemarau terbilang lebih pendek dibandingkan tahun ini.

Sebagai contoh, di 2020 lalu dropping air bersih dilakukan mulai akhir Juli hingga awal Oktober.

Sedangkan untuk tahun ini, dropping air sudah dilakukan sejak awal Juli dan masih berlangsung hingga kini.

Adapun tahun lalu Edy mengatakan hanya sekitar 1.000 lebih sedikit tangki air yang disalurkan.

"Kalau yang tahun ini sudah mendekati 1.700 tangki dari kuota 2.200 tangki air yang disediakan," ujarnya.

Pun demikian, Edy menyebut krisis air tahun ini tidak separah periode 2018-2019.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved