Breaking News:

Pendidikan

Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Bantul, Hanya untuk Sekolah di Zona Hijau dan Kuning

Pembelajaran tatap muka secara terbatas (PTM-T) di Kabupaten Bantul rencananya akan mulai dilaksanakan pada 20 September 2021.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Pixabay.com / Alexandra_Koch
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Pembelajaran tatap muka secara terbatas (PTM-T) di Kabupaten Bantul rencananya akan mulai dilaksanakan pada 20 September 2021.

Sekolah yang diperbolehkan menggelar uji coba PTM-T adalah sekolah yang berada di zona hijau dan kuning.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, berdasarkan evaluasi zona PPKM terbaru, Daerah Istimewa Yogyakarta berada pada level 3, dan sesuai arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, uji coba pelaksanaan PTM terbatas boleh diselenggarakan oleh sekolah dengan syarat 80 persen dari jumlah siswa sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Bupati mengungkapkan, masifnya pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Bantul dan sudah sampai menjangkau pelajar di tingkat SMP membuat Pemerintah Kabupaten Bantul segera mempersiapkan pelaksanaan uji coba PTM-T.

Baca juga: Kabupaten Bantul Akan Melakukan Uji Coba PTM pada 20 September 2021

"Rencananya PTM-T akan dilakukan selama satu minggu terlebih dahulu, dimulai hari Senin, 20 September 2021," ujarnya.

Kemudian untuk tingkat SD/MI ke bawah, siswa/peserta didik tidak diharuskan mendapatkan vaksinasi untuk bisa melaksanakan uji coba PTM-T karena usia para siswa belum mencukupi batas minimal, yakni 12 tahun kecuali siswa kelas 6.

Maka dari itu, Bupati Bantul meminta kepada sekolah agar mendata siswa yang berusia 12 tahun untuk kemudian dikirim ke Dinas Dikpora Bantul.

Dari sana akan segera dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan supaya siswa-siswi tersebut bisa segera mendapatkan vaksinasi.

Adapun acuan yang digunakan untuk PTM-T di tingkat SD/MI ialah zonasi PPKM mikro di mana sekolah berada.

"Jika sekolah berada di zona hijau dan kuning maka PTM-T boleh diuji coba, kemudian jika sekolah berada di zona oranye dan merah, kami minta untuk menunda pelaksanaan uji coba PTM-T tersebut. Dan juga bagi siswa yang berasal dari zona oranye dan merah ataupun sedang sakit agar juga menunda untuk masuk sekolah," imbuhnya.

Baca juga: Hampir Seluruh SD dan SMP di Bantul Siap Terapkan PTM

Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Sumber Daya dan Kesejahteraan Rakyat, Pulung Haryadi yang juga marangkap sebagai Plh. Kepala Disdikpora menuturkan selama uji coba PTM-T ini, siswa hanya masuk selama 2 hari dalam seminggu sesuai dengan waktu yang sudah dijadwalkan oleh sekolah atau dengan sistem kloter.

Untuk durasi kegiatan belajar mengajar (KBM) setiap pertemuan maksimal dua jam.

Ia juga menerangkan bahwa kegiatan mata pelajaran olahraga akan tetap ditiadakan dan kantin sekolah masih belum boleh dibuka.

Hal tersebut dilakukan agar tidak menimbulkan kerumunan di area sekolah.

"Kami berharap sekolah bisa menyiapkan sarana prasarana guna menunjang penegakan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, penyediaan masker cadangan, penataan ruang kelas yang berjarak, juga melakukan pengawasan kepada siswa yang berada di sekolah agar tidak berkerumun dan tidak melakukan kontak fisik yang berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19," tambahnya.( Tribunjogja.com )  

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved