Breaking News:

Pendidikan

SMK 1 Muhammadiyah Bambanglipuro Siap Gelar Uji Coba PTM‎

SMK 1 Muhammadiyah Bambanglipuro Bantul telah melakukan vaksinasi ke 90 persen dari total 886 siswanya.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Pixabay.com / Alexandra_Koch
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY menyatakan bahwa SMA/SMK di DIY sudah dapat menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin pekan depan.

Satu di antara sekolah yang sedang mempersiapkan untuk pembelajaran tatap muka adalah SMK 1 Muhammadiyah Bambanglipuro, Bantul.  

Kepala SMK 1 Muhammadiyah Bambanglipuro Bantul, Muhammad Ashadi, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dan Disdikpora DIY dalam hal perizinan PTM, penerapan protokol kesehatan dan aturan lainnya.

Kesiapan lain yang diperlukan untuk PTM adalah dengan melakukan vaksinasi ke 886 siswanya di mana saat ini capaiannya sudah di angka 90 persen.

Baca juga: Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Bantul, Hanya untuk Sekolah di Zona Hijau dan Kuning

"Alhamdulillah, sudah 90 persen siswa tervaksin. Kami mengirimkan data itu untuk izin dilaksanakannya PTM. Ketika dari MCCC mengizinkan, dari Disdikpora mengizinkan, maka kami siap melaksanakan PTM," ujarnya.

Adapun SMK 1 Muhammadiyah Bambanglipuro adalah sekolah kejuruan yang memerlukan pembelajaran praktik.

Maka dari itu, sekolah tersebut sempat mencoba menerapkan blended learning.

Dengan sistem tersebut, beberapa anak dapat melaksanakan kegiatan praktik kejuruan dan untuk pembelajaran teori tetap dilaksanakan dengan daring.

"Untuk praktik tetap dibatasi dengan shift. Dan ketika PTM sudah diperbolehkan, tetap tidak semua akan masuk sekolah. Kami akan simulasikan dulu, prokes jalan atau tidaknya. Ketika memang siap, maka kita laporkan ke MCCC dan Disdikpora agar dapat melaksanakan secara full untuk tatap muka," terangnya.  

Baca juga: Kabupaten Bantul Akan Melakukan Uji Coba PTM pada 20 September 2021

Salah satu persyaratan yang penting dalam PTM nanti adalah, surat pernyataan dari orang tua, apakah mengizinkan anaknya untuk masuk sekolah atau tetap memilih secara daring.

"Kita edarkan surat pernyataan ke orang tua. Jika mengizinkan ya berarti anak itu kita ikutkan PTM. Ketika tidak diizinkan maka pembelajarannya full daring," ujarnya.

Ia mengakui, dengan adanya pandemi ini dan cukup lama sekolah sempat tidak menggelar PTM, hal itu berdampak pada ketertinggalan pelajaran praktik untuk siswa-siswinya.

Maka dari itu, untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pihaknya akan melakukan penguatan keterampilan para siswanya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved