Serie A

AC MILAN: Inilah Masalah Besar di Balik Kembali Cederanya Ibrahimovic

Sebelumnya, penyerang Swedia itu dikabarkan dapat tampil saat melawan Liverpool karena dianggap akan sangat berguna mengingat pengalamannya

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
MIGUEL MEDINA / AFP
Zlatan Ibrahimovic, Paolo Maldini, Ivan Gazidis dan Ricky Massara di Liga Italia Serie A Italia AC Milan vs Udinese pada 03 Maret 2021 di stadion San Siro di Milan. 

TRIBUNJOGJA.COM - Ada masalah besar bagi AC Milan di balik kondisi terkini Zlatan Ibrahimovic yang lagi-lagi mengalami cedera.

Sebelumnya, penyerang Swedia itu dikabarkan dapat tampil saat melawan Liverpool karena dianggap akan sangat berguna mengingat pengalaman dan kepemimpinannya.

Namun pemain bernomor punggung 11 itu bahkan tidak ikut serta berangkat ke Merseyside, lantaran harus bergelut dengan masalah baru di tendonnya.

Menurut Calciomercato.com, belum ada kepastian bahwa ia akan dapat tampil saat Juventus vs AC Milan di Stadion Allianz pada Senin (20/9/2021) pukul 01.45 WIB.

Sebagai informasi, itu adalah tempat yang sama di mana pada akhir musim lalu pemain berusia 39 tahun itu mengalami cedera lutut yang membuatnya harus menjalani operasi.

Selebrasi Ibrahimovic seusai mencetak gol ke gawang Lazio pada lanjutan Serie A di Stadion San Siro, Minggu (12/9/2021).
Selebrasi Ibrahimovic seusai mencetak gol ke gawang Lazio pada lanjutan Serie A di Stadion San Siro, Minggu (12/9/2021). (twitter.com/acmilan)

Musim lalu Ibrahimovic hanya bermain setengah dari pertandingan Serie A, sementara tahun ini dia belum bermain sebagai starter di empat pertandingan resmi.

Untuk itu, setidaknya sah-sah saja jika ada yang bertanya mengapa manajemen tidak menaikkan tawaran ke Donnarumma dan Calhanoglu tetapi mempertahankan gaji bersih Ibra sebesar €7 juta.

Dengan kata lain, Ibrahimovic menerima gaji tertinggi di AC Milan tetapi bisa dibilang persentase tampilnya terendah dibandingkan pemain lain dalam tim Merah-Hitam.

Tidak dapat dibantah jika ini adalah kesalahan berisiko yang akan merugikan klub Rossoneri di banyak pertandingan musim ini, khususnya di Liga Italia dan Liga Champions.

Pasalnya, Olivier Giroud, yang akan berusia 35 tahun pada akhir bulan, juga tidak akan bisa bermain penuh sepanjang waktu di lapangan.

Sepertinya, keberadaan striker ketiga yang lebih siap mungkin diperlukan mengingat Pietro Pellegri belum memainkan pertandingan resmi sejak Februari.

Bahkan, pemain asal Italia berusia 20 tersebut belum masuk dalam daftar skuad Liga Champoions UEFA musim 2021-2022.

Belum lagi fleksibilitas taktis atau kemampuan adaptasi Ante Rebic untuk dimainkan sebagai penyerang tengah juga tidak terlalu mumpuni, mengingat dia adalah seorang winger.

Zlatan Ibrahimovic dan Stefano Pioli di Serie A Italia Parma vs AC Milan pada 10 April 2021 di stadion Ennio-Tardini di Parma.
Zlatan Ibrahimovic dan Stefano Pioli di Serie A Italia Parma vs AC Milan pada 10 April 2021 di stadion Ennio-Tardini di Parma. (Alberto PIZZOLI / AFP)

Laporan lain menyebut, pelatih AC Milan Stefano Pioli tidak mungkin bisa memanggil Zlatan Ibrahimovic untuk Derby d'Italia saat AC Milan vs Juventus, Senin dini hari.

MilanNews melaporkan bahwa Ibrahimovic diragukan tampil pada pertandingan Senin dini hari nanti di Turin karena rasa sakit di tendon Achilles kirinya masih meradang.

Semuanya tergantung pada saat tendon benar-benar bebas dari peradangan dan tidak ada gunanya mengambil risiko lagi, jadi Pioli harus memilih siapa di antara Olivier Giroud, Ante Rebic dan Rafael Leao.

Ada kemungkinan bahwa ada pergantian antara Giroud dan Rebic meski itu akan tergantung pada kebugaran pemain Prancis itu.

Sementara itu, semuanya baik-baik saja tentang Mike Maignan, yang akan menjadi starter melawan Bianconeri.

Penjaga gawang Prancis adalah salah satu yang terbaik di lapangan di Anfield dan dia telah pulih dari injakan yang diterima oleh Theo di akhir babak pertama.

Apa kata Ibrahimovic?

Striker AC Milan Zlatan Ibrahimovic tepuk tangan kepada para pendukung setelah menang 2-0 dalam pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan Lazio di Stadion San Siro di Milan, 13 September 2021.
Striker AC Milan Zlatan Ibrahimovic tepuk tangan kepada para pendukung setelah menang 2-0 dalam pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan Lazio di Stadion San Siro di Milan, 13 September 2021. (AFP)

Zlatan Ibrahimovic menolak untuk mengatakan apakah dia akan siap tampil untuk pertandingan Senin dini hari melawan Juventus.

Penyerang tengah Rossoneri itu mengakui dia telah memaksimalkan tubuhnya hingga melampaui batasnya.

Pemain asal Swedia itu sebelumnya mengalami masalah Achilles di pertandingan pada Minggu lalu saat AC Milan menang 2- 0 atas Lazio.

MilanNews melaporkan bahwa Ibrahimovic masih harus menjalani latihan rutin secara terpisah dari skuad hari ini.

Artinya, Ibra masih bermasalah dengan peradangan tendonnya dan tidak memungkinkan tampil dalam waktu dekat ini.

Ibrahimovic berbicara di acara 'Mind the gum' di Hotel Gallia dan dia ditanya oleh wartawan tentang kondisi fisiknya saat ini.

“Mari kita lihat hari demi hari, bukan rahasia lagi: Saya memiliki masalah tendon dan saya tidak mengambil risiko konsekuensi,” kata Ibrahimovic dikutip Tribun Jogja dari SempreMilan.

“Saya ingin terus bermain sepanjang musim dan saya bukan Superman. Meski begitu… masalah saya adalah saya bekerja terlalu keras dan saya suka dengan rasa sakit.”

Sementara itu Ibrahimovic mengomentari rasa lapar skuad muda AC Milan saat melawan Liverpool.

Ibrahimovic percaya bahwa kekalahan semalam dari Liverpool di Anfield akan membuat tim terus berkembang.

Berbicara pada konferensi pers untuk acara yang terkait dengan salah satu produk komersialnya, Ibrahimovic membahas hasil 2-3 serta pertandingan melawan Juventus yang ia ragukan tampiol.

Trent Alexander-Arnold vs Ante Rebic di Liga Champions antara Liverpool vs AC Milan di Anfield di Liverpool, Inggris pada 15 September 2021.
Trent Alexander-Arnold vs Ante Rebic di Liga Champions antara Liverpool vs AC Milan di Anfield di Liverpool, Inggris pada 15 September 2021. (Paul ELLIS / AFP)

“Kemarin bagi banyak pemain adalah pertama kalinya di Liga Champions, tetapi sekarang mereka mengerti apa itu dan apa yang perlu dilakukan untuk bermain di sana,” ujar Ibra dikutip Calciomercato.com.

“Tim telah mengetahui semuanya, seluruh paket. Apa artinya bermain melawan yang terbaik di Eropa dan di dunia, kecepatan apa yang ada, kualitas apa yang ada di sana,” katanya.

Pemain asal Swedia itu juga merefleksikan musim 2020-21 di mana Milan mencapai finis kedua untuk mengamankan kembalinya mereka ke kompetisi elit sepak bola Eropa.

“Saya senang untuk rekan satu tim saya, saya ingat di akhir musim lalu ketika saya bertanya siapa yang sudah bermain di Liga Champions: dua atau tiga dari mereka mengangkat tangan,” katanya.

“Saya pikir itu lelucon, tapi itu benar. Dan kemudian ini adalah alasan untuk melakukan lebih banyak lagi.

“Jika belum pernah bermain di Liga Champions, kamu tidak tahu apa yang hilang dalam kariermu. Bahkan jika hanya bermain Liga Champions.

“Ini memberimu energi lain, lebih banyak adrenalin. Liga Champions di San Siro dengan stadion penuh, itu akan benar-benar memacu adrenalin.”

Ada kekhawatiran bahwa tubuh Ibrahimovic tidak akan lagi mampu mengikuti apa yang diinginkan kepalanya, dan pria berusia 39 tahun itu memberikan penjelasan.

“Kepala sangat penting. Dan kepala ada di sana sekarang, tetapi tubuh tidak selalu mengikuti saya. Sayangnya, mereka tidak selalu akur.

“Tapi pada dasarnya, jika Anda tidak siap dengan kepala, tubuh tidak ada. Saya pikir saya memberi rekan satu tim saya mentalitas yang tepat.

“Mereka mengerti apa yang diperlukan untuk mencapai tempat yang dibutuhkan. Tapi kalau tahun lalu kita finis kedua, berarti ada yang kurang untuk finis pertama.

“Tim mengetahui hal ini dan bekerja setiap hari untuk melakukan sesuatu yang lebih dan berkembang.

“Semua orang bersemangat, mereka semua siap tampil, bahkan yang baru telah memahami mentalitas tim ini.

“Hanya perlu memahami apa yang perlu dilakukan untuk terus berada di puncak, karena kita sekarang telah mencapai puncak. Pengorbanan dan kerja, kualitas dibutuhkan.”

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved