Breaking News:

Aukus: Pakta Pertahanan Bentukan Amerika Serikat, Inggris dan Australia untuk Melawan China

Aliansi itu akan memungkinkan Australia membangun kapal selam bertenaga nuklir untuk pertama kalinya, menggunakan teknologi yang disediakan oleh AS.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
JOSE LUIS ROCA / AFP
Ilustrasi: Kapal selam nuklir Inggris, HMS Tireless saat mendekati pelabuhan Gibraltar, koloni Inggris di ujung selatan Spanyol. 

TRIBUNJOGJA.COM - Amerika Serikat (AS), Inggris dan Australia mengumumkan pembentukan pakta pertahanan di Indo-Pasifik, sebagai upaya untuk melawan China.

Aliansi itu akan memungkinkan Australia membangun kapal selam bertenaga nuklir untuk pertama kalinya, menggunakan teknologi yang disediakan oleh Amerika Serikat.

Pakta yang dikenal sebagai Aukus itu juga akan mencakup tentang kecerdasan buatan, teknologi siber dan kuantum.

Ini adalah kerja sama pertahanan terbesar di antara negara-negara dalam beberapa dekade, menurut para analis.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara demokrasi Barat semuanya telah menyatakan keprihatinan tentang meningkatnya ketegasan militer China di Indo-Pasifik.

Presiden AS Joe Biden
Presiden AS Joe Biden (ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP)

"Kerja sama baru bertujuan untuk mempromosikan keamanan dan kemakmuran di kawasan itu," kata pernyataan bersama oleh Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan mitranya dari Australia Scott Morrison, dikutip Tribun Jogja dari BBC News.

Kedutaan China di Washington bereaksi dengan menuduh negara-negara tersebut memiliki mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis.

Pakta itu berarti Australia telah membatalkan kesepakatan senilai A$50 miliar (€31 miliar; £27 miliar) yang ditandatangani dengan Prancis pada 2016, untuk membangun 12 kapal selam.

Aukus adalah pengaturan keamanan terbesar antara tiga negara sejak Perang Dunia Kedua, kata para analis.

Sementara AS, Inggris dan Australia telah lama menjadi sekutu, Aukus meresmikan dan memperdalam kerja sama pertahanan mereka.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved