Breaking News:

Supermarket di DI Yogyakarta Wajib Gunakan PeduliLindungi Sejak 14 September 2021

Supermarket dan hypermarket di DI Yogyakarta wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai tanggal 14 September 2021 lalu.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
freepik
ILUSTRASI Supermarket 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Supermarket dan hypermarket di DI Yogyakarta wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai tanggal 14 September 2021 lalu.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Gubernur DIY Nomor 27/INSTR/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 di DIY.

Kendati demikian, supermarket yang memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi masih tergolong minim.

Lantaran sebagian besar pengelola tempat usaha belum menerima QR Code dari pemerintah pusat.

Baca juga: Selain Persiba Bantul, Eks Kiper PSIM Yogyakarta Diminati PS Satria Adikarta Untuk Kompetisi Liga 3

Selain itu, juga ada pengelola yang belum mengetahui terkait kewajiban untuk menggunakan PeduliLindungi akibat minimnya sosialisasi.

"Kewajibannya kan mulai tanggal 14 mereka harus siapkan aplikasi PeduliLindungi. Sebagian besar belum melakukan, karena sosialisasi kurang ada juga yang lagi proses minta ke Kemenkes belum turun. Ada juga yang belum tau cara mintanya bagaimana ke Kemenkes," terang Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad.

Selama sepekan terakhir, Satpol PP DIY telah melakukan sosialisasi terkait cara pendaftaran QR Code PeduliLindungi bagi pelaku usaha.

"Karena QR code harus didaftarkan dulu ke Kemenkes, kemudian nanti ada balasan dari Kemenkes lalu bisa ditempel. Ternyata masih banyak yang belum paham cara mintanya itu bagaimana," ucapnya.

Untuk melakukan pendaftaran, masyarakat bisa mengakses laman cms.pedulilindungi.id/register. Kemudian tinggal mengisi data-data yang dibutuhkan. Setelah diverivikasi, pengguna bisa mengunduh poster QR Code.

Baca juga: Door to Door, Cara Bupati Kustini Sri Purnomo Kejar Capaian Vaksinasi Covid-19 Lansia di Sleman 

Pihaknya masih menoleransi adanya tempat-tempat publik yang belum mengaplikasikan PeduliLindungi

Sebab, hingga saat ini permohonan untuk mendapat QR Code masih diproses oleh Kemenkes.

"Sebagian belum menerapkan seperti hotel, supermarket, toko-toko karena memang masih menunggu dari Kemenkes. Karena yang meminta QR Code itu kan juga banyak," jelasnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved