Breaking News:

Setelah Mural, Kini Muncul Piagam Penanda Mundurnya Demokrasi di Jembatan Kewek Kota Yogyakarta

Pemandangan di Jembatan Kewek Kota Yogyakarta kembali mencuri perhatian. Bukan mural, namun kali ini terpasang sebuah piagam penghargaan yang bertulis

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Miftahul Huda
Poster perempuan fiktif memperlihatkan piagam penanda kemunduran demokrasi di Jembatan Kewek, Rabu (15/9/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemandangan di Jembatan Kewek Kota Yogyakarta kembali mencuri perhatian. Bukan mural, namun kali ini terpasang sebuah piagam penghargaan yang bertuliskan Piagam Penghargaan Jembatan Kewek 'sebuah penanda kemunduran demokrasi' terpampang pada Rabu (15/9/2021) siang.

Sebelumnya, jembatan untuk perlintasan kereta api itu ramai diberitakan lantaran terdapat mural bertuliskan 'Dibungkam, Stop Represi'.

Kini muncul sebuah piagam yang dalam kalimatnya ditujukan untuk tembok di jembatan kewek tersebut.

Baca juga: Berasal dari Lima Kabupaten dan Kota, Lebih Dari 20 Ribu Peserta Akan Ikuti Tes CPNS di UNY

"Piagam ini diberikan kepada tembok yang menjadi saksi perlawanan rakyat terhadap penguasa. Aparatur negara akan menjadi instrumen kekuasan yang selalu menindas rakyat kecil, mural dihapus, poster diringkus, dan suara-suara itu tidak akan pernah dimuseumkan selama perubahan belum diwujudkan, dan selama kekuasaan tidak di bawah kehendak rakyat," berikut bunyi kutipan dalam piagam tersebut.

Piagam itu dibingkai menggunakan pigura berbahan kayu, dengan pelindung kaca.

Selain itu, pada tembok jembatan kewek terdapat poster tokoh fiktif menyerupai perempuan mengenakan jaket parka dan bermasker sedang memperlihatkan piagam itu dengan ekspresi yang unik.

Piagam penanda kemunduran demokrasi di Jembatan Kewek, Rabu (15/9/2021)
Piagam penanda kemunduran demokrasi di Jembatan Kewek, Rabu (15/9/2021) (TRIBUNJOGJA.COM/ Miftahul Huda)

Oleh pembuatnya, piagam tersebut dipasang tepat di tembok yang dulunya dijadikan objek mural namun dihapus oleh Satpol PP Kota Yogyakarta.

Di pojok kiri bawah piagam itu tertera tanda tangan lengkap beserta tanggal kapan piagam itu diterbitkan yakni di Yogyakarta, 15 September 2021, dengan nama terang Mimin Muralis.

Setelah ditelusuri, munculnya piagam tersebut disinyalir sebagai penanda berakhirnya lomba #Dibungkam yang diadakan pleh akun Instagram @gejayanmemanggil.

Baca juga: KRONOLOGI Perkelahian Berujung Maut di Bantul, Pelaku Disebut Pernah Dirawat di RS Grhasia

Dari Kota Yogyakarta, nama Bamsuck terpilih sebagai pemenang kategori Paling Keras Kepala.

Bamsuck saat dihubungi Rabu siang mengatakan, dengan terpilihnya sebagai pemenang dalam lomba #Dibungkam, dirinya berharap negeri ini supaya lekas membaik.

"Ya semoga negeri ini cepat membaik serta atasannya," katanya, Rabu siang.

Ia juga berpesan kepada seniman mural agar lebih bersemangat lagi dengan tetap merespon apa yang terjadi di negara saat ini.

"Tetap semangat buat para seniman mural untuk berkarya dan merespon apa yang terjadi di negeri ini. Untuk pemerintah semoga akan sadar atas penderitaan rakyatnya selama ini," terang dia.

"Hadiah yang saya dapat ya hanya semangat," pungkasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved