Breaking News:

Yogyakarta

Rutan Kelas II Yogyakarta Sita Kartu Remi Buatan Tahanan

Seorang tahanan ada yang mengambil sisa kertas di dalam rutan, kemudian dipotong-potong sesuai ukuran kartu, lalu digambar menyerupai kartu asli.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Sejumlah barang bukti hasil sitaan di rutan kelas II A Yogyakarta dihadirkan saat jumpa pers, Rabu (15/9/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para penghuni rumah tahanan (Rutan) Kelas II A Yogyakarta dikagetkan dengan kedatangan tim sidak gabungan dari Divisi Lembaga Pemasyarakatan (Divpas) Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Rabu (15/9/2021) pagi.

Selain sidak penggunaan dan peredaran narkoba di dalam rutan, mereka juga menyita beberapa barang tak lazim yang beredar di dalam rutan.

Hasilnya sejumlah tali yang dikaitkan dengan sebatang kayu, serta alat cukur dan koin pecahan Rp1000 ikut disita.

Baca juga: Rutan Kelas II A Yogyakarta Mendapat Gelar Baru Setelah 18 Tahanan Negatif Narkoba

Bahkan yang membuat tercengang, petugas menemukan kartu remi buatan para tahanan yang berbahan dari kertas sisa.

"Kami temukan kartu remi. Kalau kartu ini mungkin buat mainan mengisi waktu saja ya. Ini kan kartu dibuat sendiri, bukan beneran yang dari luar," kata Kepala Divpas Kanwil Kemenkumham DIY Gusti Ayu Putu Suwardani, saat memperlihatkan barang hasil sitaan di rutan kelas II A Yogyakarta.

Menurut Gusti Ayu, seorang tahanan ada yang mengambil sisa kertas di dalam rutan, kemudian dipotong-potong sesuai ukuran kartu, lalu digambar menyerupai kartu asli.

Baca juga: Rutan Kelas IIB Bantul Raih Penghargaan Terkait Pemberantasan Narkoba

"Ini mereka bikin sendiri, mungkin pada saat di dalam ada sisa kertas lalu dia bikin sendiri. Karena kami juga pastinya akan menyita kartu-kartu seperti ini," terang dia.

Gusti Ayu memastikan bahwa seluruh penghuni rutan tidak ada yang terlibat judi, meski ditemukan beberapa kartu remi yang dibuat sendiri oleh penghuni rutan.

"Untuk judi enggak. Karena uang tunai tidak boleh beredar di dalam rutan. Di kantin pun pembayarannya sudah pakai Brizi," pungkasnya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved