Breaking News:

Per 30 September 2021, 56 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Bakal Resmi Diberhentikan dengan Hormat

56 pegawai yang akan diberhentikan secara hormat oleh KPK tersebut adalah para pegawa yang dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa via kompas.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan resmi diberhentikan secara hormat, per 30 September 2021 mendatang.

56 pegawai yang akan diberhentikan secara hormat oleh KPK tersebut adalah para pegawa yang dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Semua pegawai tersebut dinyatakan tak memenuhi syarat dalam proses peralihan status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN) melalui TWK.

Baca juga: Penjelasan Ketua KPK Soal Pesan Berantai yang Sebut 57 Pegawai Nonaktif Dipecat 1 Oktober

Baca juga: Tawarkan Pindah ke Perusahaan Pelat Merah, Pegawai KPK Gagal TWK Diminta Mengunduran Diri

Melansir dari kompas.com, sebelumnya KPK menyatakan ada 75 pegawai yang dinyatakan tak lolos.

Sebanyak 51 pegawai bakal diberhentikan, tetapi satu pegawai telah memasuki purnatugas, sehingga tidak ikut diberhentikan dengan hormat.

“Memberhentikan dengan hormat 50 orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat per tanggal 30 September 2021,” ujar Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, dalam konferensi pers, Rabu (15/9/2021), seperti dikutip Tribun Jogja dari kompas.com.

Sebanyak 18 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan dinyatakan lulus pada Jumat (20/8/2021)
Sebanyak 18 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan dinyatakan lulus pada Jumat (20/8/2021) (Dokumentasi KPK)

Sementara itu, 24 pegawai masih diberikan kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan soal bela negara serta wawasan kebangsaan.

Marwata mengatakan, 18 pegawai yang lulus pendidikan dan pelatihan tersebut telah dilantik menjadi ASN.

Sedangkan sisanya enam pegawai yang tidak mengikuti pendidikan dan pelatihan akan diberhentikan dengan hormat.

"Enam pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dan diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan namun tidak mengikutinya, maka tidak bisa diangkat menjadi aparatur sipil negara dan akan diberhentikan dengan hormat,” kata Marwata.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved