Breaking News:

Kota Yogyakarta

Sempat Ricuh, Komunitas PKL Malioboro Ingatkan KSBSI Jangan Gaduh Soal Penolakan PPKM

KSBSI DIY mendatangi kantor dewan guna menindak lanjuti perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Massa dari serikat buruh yang mencoba masuk ke kantor DPRD DIY dihalau petugas keamanan, Selasa (14/9/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan massa mengatasnamakan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendatangi kantor DPRD DIY, Selasa (14/9/2021) siang.

Mereka mendatangi kantor dewan guna menindak lanjuti perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah.

Aksi penyampaian pendapat itu pun sempat ricuh saat petugas keamanan gedung DPRD DIY dan beberapa komunitas pedagang di Jalan Malioboro meminta supaya para buruh tertib dalam berorasi.

Ketua KSBSI DIY Dani Eko Wiyono mengatakan, selain meminta kebijakan PPKM dihapuskan, mereka juga meminta agar sektor pariwisata di DIY dibuka 100 persen.

Baca juga: Pemkot Yogya Terus Matangkan One Gate System dan Pembatasan Waktu Kunjungan Malioboro 

"Jika hari ini saya harus menyembah kaki panjenengan (anda) saya sembah, tetapi saya minta sektor wisata dibuka 100 persen," katanya, dalam orasinya di depan Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, Selasa siang.

Alasan dia bersama rekan-rekannya meminta supaya PPKM dihapuskan lantaran mereka merasa sudah teramat lelah dengan kebijakan yang berdampak sepinya industri wisata di DIY.

Dalam audiensinya, Dani juga mengatakan bahwa seluruh pelaku wisata baik itu seniman, tour guide, dan ojok online bersedia menerapkan protokol kesehatan (prokes) sesuai yang ditekankan pemerintah.

"Kalau persoalannya vaksin, mereka sudah vaksin semua. DIY ini ada apa kok pariwisatanya gak dibuka-buka," tegas dia.

Penyampaian audiensi tersebut sempat memancing amarah dari beberapa komunitas pedagang di kawasan Malioboro.

Baca juga: 3.000 Pekerja di DIY Masih Dirumahkan Meski PPKM Telah Turun Level

Pasalnya, massa yang menyampaikan aspirasi Selasa siang menggunakan pengeras suara yang menimbulkan kegaduhan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved