Breaking News:

Pemkab Bantul Akan Perketat Penjagaan di Destinasi Wisata yang Belum Diizinkan Buka

Pemkab Bantul masih menutup destinasi wisata, kecuali di tempat yang ditunjuk sebagai uji coba yakni di Pinus Sari, di Kalurahan Mangunan Dlingo

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
MENANTI WISATAWAN - Penyedia jasa sewa payung menanti wisatawan di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Rabu (30/6/2021). Destinasi wisata pantai ditutup setiap Sabtu dan Minggu sejak dua pekan lalu guna menekan penyebaran Covid-19. 

TRIBUNJOGJA.COM BANTUL - Pada akhir pekan kemarin, banyak wisatawan nekat masuk kawasan wisata pantai yang ada di wilayah Kabupaten Bantul.

Padahal dalam masa PPKM level 3 kali ini, Pemkab Bantul masih menutup destinasi wisata, kecuali di tempat yang ditunjuk sebagai uji coba yakni di Pinus Sari, di Kalurahan Mangunan, Kapanewon Dlingo.

Terkait banyaknya rombongan wisatawan yang berduyun-duyun ke DIY termasuk ke Kabupaten Bantul, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, turut menyayangkan hal tersebut.

Karena menurutnya, dengan status PPKM Level 3 di DIY, maka destinasi wisata belum boleh dibuka.

Baca juga: Sempat Menjadi Terbesar di Bantul, Populasi Sapi di KUB Pandan Mulyo Turun Drastis, Ini Sebabnya

Baca juga: BPBD Bantul Bentuk Pos Pantau di Daerah yang Rawan Bencana Longsor dan Banjir

Kecuali tiga destinasi wisata yang ditunjuk Kemenparekraf dalam uji coba, yakni Hutan Pinus Sari di wilayah Bantul, kemudian ada GLZoo di Kota Yogyakarta dan Tebing Breksi yang ada di wilayah Sleman.

Maka dari itu, Singgih menyatakan perlu adanya peran serta masyarakat, pemerintah termasuk wisatawan itu sendiri supaya dapat menahan diri terlebih dahulu dalam melakukan aktivitas kepariwisataan yang bersifat rombongan.

"Kalau ingin berwisata kita sudah punya 3 destinasi yang diuji coba dengan sistem reservasi, ini untuk memastikan wisatawan bisa masuk ke destinasi, karena carrying capacity kita batasi saat uji coba hanya 25 persen," ujarnya, Selasa (14/9/2021).

Dishub Bantul menutup akses ke luar - masuk Bantul
Dishub Bantul menutup akses ke luar - masuk Bantul (istimewa)

Pihaknya memastikan agar para wisatawan dapat melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum sampai di lokasi.

Reservasi dilakukan menggunakan aplikasi Visiting Jogja, selain itu ada aplikasi PeduliLindungi yang digunakan untuk screening kesehatan dari wisatawan yang datang berkunjung.

"Jadi ada dua sistem, screening kesehatan menggunakan PeduliLindungi, dan reservasi menggunakan Visiting Jogja," tandasnya.

Baca juga: Litto, Restoran dan Resort Bergaya Jepang Menambah Destinasi Wisata Baru di Bantul

Baca juga: BPBD Bantul Bentuk Pos Pantau di Daerah yang Rawan Bencana Longsor dan Banjir

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo, menegaskan bahwa lonjakan wisatawan yang terjadi pada akhir pekan kemarin tidak boleh terjadi lagi.

Ia menjelaskan bahwa PPKM level 3 belum membolehkan tempat wisata dibuka.

"Kita akan perketat di hari libur, tidak boleh ada kebocoran wisatawan yang datang di Kabupaten Bantul. Uji coba di hanya di Pinus Sari, dan akan kita siapkan sedemikian rupa prokes kesehatannya. Wisata pantai masih ditutup, belum dibuka," tandasnya. (*)  

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved