Kisah Mengerikan John Wayne Gacy, Badut Pembunuh Berantai 33 Orang Remaja

Gacy dikenal sebagai alter egonya yakni Pogo Si Badut atau Pogo the Clown, di pesta-pesta yang dia selenggarakan untuk orang-orang di sekitar rumahnya

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
net
John Wayne Gacy di Badut Pembunuh 

TRIBUNJOGJA.COM - Bagi banyak orang, sosok John Wayne Gacy adalah pria ramah yang suka menghibur anak kecil.

Dia sering berdandan sebagai alter egonya, yakni Pogo Si Badut atau Pogo the Clown, di pesta-pesta yang dia selenggarakan untuk orang-orang di sekitar tempat tinggalnya.

Namun pada tahun 1978, persepsi publik tentang Gacy berubah selamanya.

Bahkan mereka memiliki julukan lain bagi Gacy yaitu Si Badut Pembunuh.

Kedok Gacy pertama kali terungkap pada tahun 1964, ketika ia dinyatakan bersalah telah melakukan pelecehan seksual terhadap dua anak laki-laki.

Gacy ditangkap dan mendekam selama 18 bulan di penjara.

Pada saat dia dibebaskan, Gacy sudah bercerai dan memutuskan untuk pindah ke Chicago untuk memulai awal yang baru.

Baca juga: AKHIR KISAH Pembunuhan Berantai di Kulon Progo Yogyakarta, Terungkap dari Pesan WA

Di Chicago, Gacy mendirikan bisnis konstruksi yang sukses, menikah kembali, dan mengajukan diri sebagai Kapten Precinct Demokrat di daerahnya.

Selama waktu ini ia sering kali menggelar pesta bersama tetangganya sehingga ia pun memiliki reputasi yang kuat di komunitasnya.

Gacy dihormati dan dikagumi oleh teman, tetangga, dan bahkan petugas kepolisian.

Keanehan kembali muncul ketika pada Juli 1975, seorang remaja yang bekerja untuk Gacy menghilang. 

Orang tuanya memohon kepada petugas polisi Chicago untuk menyelidiki Gacy, tetapi mereka tidak pernah melakukannya. 

Baca juga: Richard Chase, Pembunuh Berantai yang Lakukan Ritual Mengerikan Menggunakan Darah Korbannya

Ini bukan terakhir kalinya orang tua yang khawatir meminta pihak berwenang untuk menyelidiki kemungkinan keterlibatan Gacy.

Tetapi permohonan itu tidak didengar.

Pada tahun 1976, Gacy bercerai untuk kedua kalinya, dan itu tampaknya memberinya perasaan kebebasan pribadi.

Tanpa diketahui orang lain pada saat itu, Gacy mulai memperkosa dan membunuh para remaja.

Selama periode hanya beberapa tahun, dia membunuh 33 orang.

Ada yang ditemukan di bawah rumah Gacy, di crawlspace dan mayat lainnya ditemukan di area lain di bawah rumahnya.

Baca juga: Di Balik Wajah Cantik dan Senyum Memikat Wanita Ini Ternyata Seorang Pembunuh Berantai

Pada tahun 1977, ada seorang remaja yang memberanikan diri mendatangi pihak kepolisian Chicago untuk meminta bantuan.

Dirinya mengklaim bahwa dia telah diculik dan dianiaya oleh John Wayne Gacy.

Sudah ada laporan, tapi petugas tidak menindaklanjutinya.

Tahun berikutnya, Gacy membunuh seorang anak laki-laki berusia 15 tahun yang pergi ke rumah Gacy untuk menanyakan pekerjaan di perusahaan konstruksinya.

Kali ini, polisi Des Plaines terlibat dan menggeledah rumah Gacy.

Mereka menemukan cincin kelas, pakaian untuk orang yang jauh lebih kecil dari Gacy, dan barang-barang mencurigakan lainnya.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, petugas menemukan bahwa cincin itu milik seorang remaja laki-laki yang hilang, dan mereka menemukan seorang saksi yang mengklaim bahwa Gacy telah mengaku membunuh hingga 30 orang.

Gacy ditangkap, dan menggunakan permohonan kegilaan dengan harapan vonis tidak bersalah.

Tipuan itu tidak berhasil, dan dia dinyatakan bersalah.

Pada 10 Mei 1994, John Wayne Gacy dieksekusi dengan suntikan mematikan. (*/Crime Museum/Biography)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved