Breaking News:

Askab PSSI Bantul Kesulitan Bentuk Tim Porda 2022 Karena Belum Ditetapkannya Aturan Batasan Usia

Ketum Askab PSSI Bantul, Endro Sulastomo, menuturkan saat ini seleksi pemain untuk membentuk tim tim Porda Bantul sedang berlangsung.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL -  Cabang olah raga sepak bola pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI DI Yogyakarta tahun 2022 sampai saat ini belum ditentukan batasan usianya.

Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bantul pun meminta kepada Asprov PSSI DIY dan KONI DIY supaya aturan soal batasan usia bagi atlet sepak bola segera ditetapkan.

Pasalnya, hal tersebut berkaitan dengan pembentukan dan persiapan tim agar lebih maksimal.

Ketua Umum (Ketum) Askab PSSI Bantul, Endro Sulastomo, menuturkan saat ini seleksi pemain untuk membentuk tim tim Porda Bantul sedang berlangsung.

Namun, kendala yang muncul di lapangan ialah tim seleksi belum dapat memastikan komposisi pemain akan seperti apa.

“Kalau masalah pemain, kami cukup banyak dan saat ini tim seleksi sudah mendapatkan gambarannya. Hanya saja, karena belum ada kepastian besok itu menggunakan batasan usia berapa tahun, ya kami belum bisa pastikan hasil seleksinya,” kata Endro, Selasa (14/9/2021) 

Jika mengacu pada Buku Peraturan Porda yang dikeluarkan KONI DIY, aturan batasan usia untuk ajang Porda 2022 harusnya sudah ditetapkan saat ini.

Pada pasal 22 ayat (2) tertulis, pembatasan usia atlet sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), harus ditetapkan oleh Pengda Cabor dan/atau Asprov, selambat-lambatnya 1 (satu) tahun sebelum pelaksanaan Porda DIY.

“Nah, kalau rencana Porda DIY itu digelar 1-9 September, harusnya penetapan itu sudah dilakukan. Jadi, kami desak agar penetapan ini bisa segera diputuskan,” tukasnya.

Menurutnya jika aturan itu segera ditetapkan, maka persiapan satu tahun bakal menjadi modal baik bagi hasil yang maksimal pada pertandingannya nanti.

Selain itu kendala lain juga terjadi ketika proses seleksi harus bergelut dengan terbatasnya gerak akibat kebijakan PPKM masih ada di DIY.

“Karena saat ini PPKM di DIY masih level 3, proses latihan dan seleksi masih terbatas. Tapi kami tetap akan mematuhinya,” pungkas dia. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved