Breaking News:

Sidang Lanjutan Dugaan Kredit Fiktif, Penasehat Hukum Terdakwa Persoalkan Status Jabatan KVA

Sidang lanjutan kasus tipikor dugaan kredit fiktif kembali digelar di Pengadilan Tipikor Yogyakarta dengan agenda penuturan saksi-saksi.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Penkum Kejati DIY
Suasana sidang perkara dugaan kredit fiktif pemeriksaan saksi di pengadilan tipikor Yogyakarta, Senin (13/9/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sidang lanjutan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dugaan kredit fiktif kembali digelar di Pengadilan Tipikor Yogyakarta dengan agenda penuturan saksi-saksi, Senin (13/9/2021).

Asisten Penerangan Hukum (Aspenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sarwo Edi SH mengatakan, pihak JPU Kejati DIY menghadirkan saksi berinisial LH.

Dalam penanganan perkara itu, Ketua PN Yogyakarta telah mengutus majelis hakim yang diketuai oleh Muh Djauhar Setyadi SH MH.

"Tadi cuma pemeriksaan satu orang saksi dari internal pihak bank," katanya, saat diwawancara, Senin siang.

Baca juga: Dicecar 29 Lembar Dakwaan, Terdakwa Tipikor Kredit Fiktif Tak Ajukan Eksepsi di Persidangan

Sawro mengatakan, sidang akan ditunda minggu depan dengan agenda yang sama yakni pemeriksaan saksi atas perkara yang merugikan negara sebesar Rp 27,443 miliar tersebut.

"Ditunda minggu depan, masih sama agendanya yakni pemeriksaan saksi-saksi," ungkapnya.

Terpisah, Penasehat Hukum Terdakwa KVA, Galih Setiawan mengatakan, setelah mendengarkan pemaparan saksi dari internal pihak bank, pihaknya sempat menyanggah atas keterangan yang disampaikan saksi yang diketahui berinisial LH saat persidangan.

Menurut Galih, ada beberapa kekeliruan informasi yang disampaikan saksi tersebut, yakni terkait status jabatan KVA di PT Indonusa Telemedia (Transvision).

Baca juga: Berkas Perkara Kredit Fiktif Bank Jogja Dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Yogyakarta

"Keterangannya ada beberapa yang kami sanggah terkait jabatan terdakwa. Itu ada yang keliru," terang dia.

Kekeliruan yang ia maksud yakni jabatan KVA berdasarkan keterangan saksi dikatakan terdakwa sebagai branch manager.

"Semestinya jabatan terdakwa saat itu merupakan cluster manager. Ini ada yang keliru," tegasnya.

Proses hukum selanjutnya, dikatakam Galih masih berupa pemeriksaan saksi-saksi.

"Belum ke tahap pembuktian, sidang dilanjut Senin besok dengan agenda yang sama," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved