Breaking News:

Oktober Masuk Musim Penghujan

Pada September 2021 ini wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah memasuki masa pancaroba.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Agus Wahyu
via tribun lampung
BMKG 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada September 2021 ini wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah memasuki masa pancaroba. Diperkirakan musim transisi itu akan berlangsung hingga akhir September, sebab Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) Yogyakarta, memprediksikan awal Oktober 2021 mendatang DIY sudah memasuki musim hujan.

Kepala BMKG Staklim Yogyakarta Rani Kraningtyas mengatakan, dari awal Oktober diperkirakan sebagian kabupaten/kota di DIY sudah ada yang mulai merasakan hujan di awal, pertengahan, dan akhir Oktober. Ia menjelaskan, dari lima Kabupaten/Kota yang ada di wilayah DIY, menurut Rani Kabupaten Kulon Progo bagian utara dan Sleman bagian barat akan lebih dulu mengalami hujan.

"Itu karena dipicu topografinya, ya. Kalau di Gunungkidul kan daerah pegunungan (kering) kan. Jadi kalau musim kemarau duluan, dan musim hujannya paling akhir," jelas dia.

Menurut Rani, musim kemarau tahun ini relatif basah. Sehingga, meskipun musim kemarau namun tetap saja wilayah DIY sesekali diguyur hujan. Kendati demikian, awal Oktober nanti intensitas hujan di wilayah DIY diperkirakan akan berlangsung normal.

"Jadi musim kemarau tahun ini lebih basah, sehingga masyarakat seolah-olah merasakan hujan sepanjang tahun, tapi untuk awal Oktober nanti hampir semua wilayah DIY akan berlangsung normal," jelasnya. "Meski ada beberapa wilayah yang diprediksikan mundur 10 hari," imbuhnya.

Dia melanjutkan, perkiraan puncak musim hujan tahun 2021/2022 akan berlangsung pada Januari-Februari 2022. Kendati terjadi puncak musim hujan pada bulan itu, Rani menjelaskan sejauh ini belum ada tanda-tanda fenomena La Nina maupun El Nino, yang memicu intensitas hujan menjadi lebih tinggi.

Pada bulan tersebut, intensitas hujan akan bertambah dari bulan-bulan sebelumnya maupun sesudahnya, namun masih dalam ring musim hujan. "Lalu diperkirakan antara Maret-April akan masuk lagi musim pancaroba. Itu dalam kondisi fluktuasi normalnya begitu. Awal tahun kami update lagi apakah muncul La Nina atau tidak," terang Rani.

Imbauan
Dia mengimbau agar masyarakat DIY baik masyarakat umum maupun instansi terkait kebencanaan supaya memeriksa saluran air, memeriksa bangunan yang rawan longsor, serta marapikan ranting pohon. Pasalnya, di tengah peralihan musim seperti saat ini sangat dimungkinkan terjadi hujan lebat disertai angin.

"Biasanya hujan itu sangat sporadis atau hanya dispot tertentu saja. Hujan disertai angin, maka kami imbau agar masyarakat memeriksa saluran air dan merapikan ranting pohon," tegas dia.

Selain itu warga masyarakat diimbau selalu mengakses informasi cuaca melalui sumber terpercaya atau situs resmi BMKG. Secara nasional, prakiraan Musim Hujan 2021/2022 pada 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami Awal Musim Hujan 2021/2022 pada kisaran bulan Oktober dan November 2021 sebanyak 232 ZOM atau 67,8% dari 342 ZOM.

Jika dibandingkan terhadap rata-ratanya selama 30 tahun (1981-2010), Awal Musim Hujan 2021/2022 di sebagian besar daerah yaitu 157 ZOM (45,9%) diprakirakan maju, sedangkan wilayah lainnya diprakirakan sama terhadap rata-ratanya 132 ZOM (38,6%) dan mundur terhadap rata-ratanya sebanyak 53 ZOM (15,5%).

Sifat Hujan selama Musim Hujan 2021/2022 di sebagian besar daerah yakni sebanyak 244 ZOM (71,4%) diprakirakan Normal, sedangkan wilayah lainnya Atas Normal sebanyak 88 ZOM (25,7%) dan diprakirakan Bawah Normal sebanyak 10 ZOM (2.9%). Puncak Musim Hujan 2021/2022 di sebagian besar wilayah Zona Musim (ZOM) diprakirakan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2022 sebanyak 244 ZOM (71,3%). (hda)

Baca Tribun Jogja edisi Selasa 14 September 2021 halaman 01

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved