Breaking News:

Kota Yogyakarta

Intensitas Hujan Meningkat, 4 Kecamatan di Kota Yogya Masuk Kategori Rawan Banjir

Keempat kecamatan di Kota Yogyakarta yang rawan banjir meliputi Kecamatan Tegalrejo, Gondokusuman, Danurejan, hingga Gondomanan. 

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Hujan Deras 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menegaskan, seluruh wilayah yang dilintasi aliran Kali Code, Kali Winongo dan Sungai Gajahwong masuk kategori rawan banjir.

Sehingga, hujan deras yang melanda beberapa hari terakhir harus disikapi dengan meningkatkan kewaspadaan. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Budi Purwono pun mengatakan, ada empat kecamatan yang dilintasi ketiga aliran itu.

Baca juga: Kondisi Hulu Kondusif, Aliran Kali Code Diprediksi Tidak Terdampak Hujan Deras

Keempatnya meliputi Kecamatan Tegalrejo, Gondokusuman, Danurejan, hingga Gondomanan. 

"Sepanjang bantaran sungai itu rawan semua. Karakteristik tiga sungai itu berbeda-beda. Makanya, warga yang tinggal di sekitar bantaran harus waspada, karena hujan mulai turun beberapa hari terakhir," katanya, Senin (13/9/2021). 

Ia tidak menampik, terdapat deretan pemukiman penduduk yang berdiri di lahan yang tidak semestinya.

Alhasil, ancaman bencana pun tidak dapat dihindari.

Tetapi, karena warga sudah tinggal di kawasan tersebut dalam waktu relatif lama, kesiapsiagaan itu akhirnya otomatis terbentuk. 

Baca juga: Hadapi Musim Penghujan, BPBD Kulon Progo Siapkan Upaya Mitigasi

"Kita kan ada beberapa wilayah yang memang secara ketentuan tidak untuk hunian. Maka dari itu, kita tidak bisa menghindari bencana. Yang bisa kita lakukan adalah terus siaga dan meresponnya secara cepat jika terjadi sesuatu. Masyarakat saya rasa sudah terbiasa," tambahnya. 

Di samping meningkatkan kewaspadaan, Budi juga meminta supaya warga yang tinggal, atau beraktivitas di bantaran Kali Code, Kali Winongo dan Sungai Gajahwong, bisa berperan aktif dalam meminimalisir potensi bencana.

Yakni, dengan tidak membuang sampahnya secara serampangan. 

"Sistem drainase harus dijaga. Terus, ketika ada laporan cuaca yang secara periodik disampaikan, terkait curah hujan di atas, agar siaga dan merespons," ujarnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved