Breaking News:

Kota Yogyakarta

118.000 Penduduk Kota Yogya Belum Tervaksin Covid-19, Pemkot Terapkan Strategi Baru 

Pemkot Yogyakarta bakal menerapkan strategi baru untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bakal menerapkan strategi baru untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19.

Sejumlah kecamatan dengan tingkat capaian tinggi, bakal disasar untuk tahap finishing. 

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, langkah itu, diselaraskan dengan hasil penyisiran data penduduk ber-NIK kota pelajar yang belum tervaksin.

Penyisiran sudah bergulir dalam kurun wakru dua minggu terakhir ini. 

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Sudah Terbitkan KTP-el untuk 3 Transgender Agar Bisa Mengakses Vaksin Covid-19

"Kita akan menyasar dari yang paling kecil (sisa warga di kecamamatan belum tervaksin). Soalnya, kalau mikirnya itu langsung 14, ya susah," cetusnya, Senin (13/9/2021). 

Ia pun memaparkan, saat ini terdapat beberapa wilayah dengan capaian vaksinasi yang terbilang tinggi.

Antara lain, Kecamatan Gondomanan yang tinggal menyisakan 3.908 orang, serta Pakualaman yang tersisa 2.991 orang. 

"Gondomanan itu termasuk yang paling kecil. Ibarat kita mengerjakan soal, digarap yang gampang dulu jangan yang susah dulu. Targetnya, minggu ini satu kecamatan yang sisanya sedikit sudah tervaksin semua," katanya. 

Haryadi menjelaskan, saat ini masih ada sekitar 118.000 penduduk ber-KTP Kota Yogyakarta yang belum tervaksin.

Menurutnya, jumlah tersebut cenderung besar, sehingga dibutuhkan strategi untuk mempercepat proses. 

"Itu sudah kita sisir, kita cek, baik keberadaan, maupun riwayatnya secara personal, kenapa bisa sampai sejauh ini belum mendapat akses vaksin," terang Wali Kota. 

Baca juga: Legislatif Dorong Pemkot Yogya Realisasikan Target Herd Immunity Bulan Oktober 

Ia pun tidak memungkiri, berdasarkan hasil penyisiran, pihaknya menemukan kendala teknis di lapangan.

Misalnya, masih ada warga masyarakat yang terkesan pilih-pilih soal jenis vaksin Covid-19 yang bakal diinjeksikan itu. 

"Banyak yang masih mempersoalkan, vaksinnya apa? kita kasih AstraZeneca, tapi dia mau Sinovac. Lalu, banyak juga wanita yang keberatan kalau vaksinatornya laki-laki. Makanya, kita coba sesuaikan, ya," ucap Haryadi. 

"Harapan kami, pertengahan Oktober itu sudah selesai (penduduk ber-KTP Kota Yogyakarta). Ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, vaksinasi harus dipercepat. Jadi, kita akan terapkan strategi ini," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved