Breaking News:

Jangan Remehkan Varian Mu, Dikhawatirkan Lebih Ganas dari Varian Delta, Begini Gejalanya

Setelah varian Delta, kini muncul varian Mu dalam mutasi virus corona atau Covid-19.

Editor: ribut raharjo
SHUTTERSTOCK/Lightspring
Ilustrasi varian baru Virus Corona 

TRIBUNJOGJA.COM - Setelah varian Delta, kini muncul varian Mu dalam mutasi virus corona atau Covid-19.

Varian Mu ditemukan di Kolombia dan hingga kini diyakini belum masuk ke Indonesia.

Meski sejumlah ahli menyebut varian Mu tidak seganas, namun harus diwaspadai.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pun memberi perhatian khusus terhadap varian Mu atau
B.1.621 ini.

Meski demikian, hingga kini, varian Delta atau B.1.617.2 masih mendominasi dalam penularan Covid-19 di dunia.

Butuh penelitian lebih lanjut untuk melihat varian Mu. Di sisi lain, pintu masuk kedatangan dari luar negeri harus benar-benar dijaga, jangan sampai varian baru ini masuk.
Apalagi WHO menyebut, varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan.

Sementara itu, Badan Obat Eropa (EMA) menyebut, virus corona varian Mu bisa lebih mengkhawatirkan, meskipun belum ada data yang menunjukkan itu akan menyusul strain Delta yang dominan.

Mu, yang pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021 dan secara ilmiah dikenal sebagai B.1.621, diklasifikasikan awal bulan ini sebagai varian of interest (VoI) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

EMA, sementara terutama berfokus pada varian Delta yang sangat menular, "juga mencari varian lain yang mungkin menyebar, seperti Lambda (diidentifikasi di Peru) dan baru-baru ini Mu," kata Kepala Strategi Vaksin EMA Marco Cavaleri.

"Mu berpotensi lebih mengkhawatirkan karena potensi peningkatan kekebalan tubuh yang lolos yang mungkin ditunjukkannya," ungkapnya dalam konferensi pers, seperti dikutip Channel News Asia, pada Kamis (9/9/2021),

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved