Breaking News:

Dinkes Gunungkidul Pastikan Transgender Tetap Terlayani Vaksinasi COVID-19

Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul memastikan warga transgender tetap bisa terlayani vaksinasi COVID-19. Hal ini sekaligus menjamin hak-hak

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul memastikan warga transgender tetap bisa terlayani vaksinasi COVID-19.

Hal ini sekaligus menjamin hak-hak kesehatan warga, termasuk transgender, tetap terpenuhi.

Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty menyatakan siapa pun warganya dan dari kelompok apa pun, tetap bisa menerima suntikan vaksin.

Baca juga: Transgender Tanpa NIK di DIY Tetap Dapat Menerima Vaksin Covid-19

"Siapa saja bisa menerima vaksinasi," kata Dewi melalui pesan singkat, Minggu (12/09/2021).

Merujuk pada prosedur yang ada, warga yang ingin menerima vaksin memiliki identitas diri. Biasanya, warga cukup membawa KTP-El saat datang mendaftar ke lokasi vaksinasi.

Meskipun demikian, Dewi mengatakan KTP-El tidak menjadi syarat mutlak untuk bisa divaksinasi. Asalkan warga tersebut memiliki identitas diri yang sah. Hal ini berlaku pula bagi transgender.

"Jika tidak ada KTP, bisa menggunakan KK (Kartu Keluarga), yang penting ada identitas," ujarnya.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul, Arisandy Purba mengatakan KTP-El bagi transgender lebih berkaitan dengan perubahan data diri.

Menurutnya, warga yang bersangkutan bisa mengajukan perubahan jenis kelamin dari laki-laki ke perempuan atau sebaliknya. Namun perubahan tersebut harus memiliki dasar hukum yang kuat.

"Warga perlu mengajukan permohonan ke pengadilan jika ingin mengubah data seperti jenis kelamin," jelas Ari.

Baca juga: 37 Persen Penduduk Kota Yogyakarta Belum Tervaksin, Pemkot Targetkan Tuntas di Akhir September 2021

Jika keputusan hukum sudah terbit, maka Disdukcapil akan melakukan perubahan data warga tersebut. Pilihan jenis kelamin tetap terkunci antara dua pilihan, antara laki-laki atau perempuan.

Ari mengatakan sosialisasi terkait aturan perubahan data diri sudah dilakukan sejak lama.

Warga transgender yang memang ingin melakukan perubahan data diri pun bisa datang langsung ke Disdukcapil dengan membawa dokumen persyaratan.

"Namun setahu saya sejauh ini belum ada warga (transgender) dari Gunungkidul yang mengajukan permohonan perubahan data diri," ungkapnya. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved