Breaking News:

Kabupaten Bantul

Masyarakat Tak Perlu Takut Berobat ke RS Panembahan Senopati

RS Panembahan Senopati (RSPS) sejak awal telah memisahkan ruang rawat untuk pasien Covid-19 dan non Covid-19.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
RSUD Panembahan Senopati, Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - RS Panembahan Senopati (RSPS) Bantul mencatat terjadi penurunan angka pasien rawat inap atau masyarakat yang berobat jalan.

Diduga ada keengganan masyarakat untuk berobat atau ketakutan untuk datang ke RSPS yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19.

Direktur RS Panembahan Senopati Bantul, dr. I Wayan Marthana Widiana Kedel,  mengatakan hingga saat ini pasien yang melaksanakan rawat jalan dan rawat inap baru mencapai 56 persen dari target manajemen sebesar 80 persen.

Adapun tempat tidur yang dimiliki RSPS sejumlah 210 tempat tidur di mana 178 di antaranya digunakan untuk pasien non Covid-19 dan sisanya untuk tempat tidur pasien Covid-19. 

Baca juga: BOR RS Panembahan Senopati Bantul Turun hingga 50 persen

Wayan mengungkapkan, masyarakat tak perlu lagi takut untuk berobat jalan ataupun rawat inap.

Pasalnya RSPS sejak awal telah memisahkan ruang rawat untuk pasien Covid-19 dan non Covid-19, selain itu juga ada penanda zona merah yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19.

"‎Masyarakat takut berobat ke RS Panembahan Senopati karena tidak ingin tertular Covid-19, padahal ruangan pasien Covid-19 dan non Covid-19 sudah kita pisah-pisah," ujarnya. 

Agar masyarakat tak takut lagi berobat ke RSUD Panembahan Senopati Bantul, Wayan mengaku sudah melakukan sosialisasi secara masif.

Ia menjamin bahwa RSPS aman dari paparan Covid-19.

Pasien yang akan berobat disediakan tempat cuci tangan dengan sabun, hand sanitizer hingga pemeriksaan suhu tubuh saat akan masuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved