Breaking News:

Mahasiswa ITNY Lakukan Pemetaan Risiko Bencana di Wilayah Pesisir DIY, Ini Hasilnya

Daerah Istimewa Yogyakarta telah menetapkan visi untuk menyongsong "Abad Samudera Hindia pada tahun 2017-2022.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Mahasiswa ITNY Lakukan Pemetaan Risiko Bencana di Wilayah Pesisir DIY 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta telah menetapkan visi untuk menyongsong "Abad Samudera Hindia pada tahun 2017-2022.

Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki komitmen untuk menggairahkan pembangunan di wilayah pesisir selatan DIY.

Komitmen pemerintah untuk menggiatkan pembangunan di wilayah pesisir DIY perlu dibarengi dengan kesiapsiagaan mitigasi bencana, sehingga hasil dari proses pembangunan dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Baca juga: Pepanah Asal Klaten Alviyanto Bagas Sebut Persaingan di PON XX Papua 2021 Cukup Merata

Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung visi Pemerintah DIY dalam menyongsong Abad Samudera Hindia tersebut, mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta melakukan penelitian untuk memetakan lokasi permukiman berdasarkan tingkat risiko bencana di wilayah pesisir DIY.

Penelitian ini didanai melalui Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim peneliti mahasiswa Prodi PWK ITNY diketuai oleh Ismawati Oka, dengan Nurliani Mar’ah dan M. A Fadhila Ariyanto sebagai anggota dan Yusliana S.T., M.Eng. sebagai dosen pembimbing.

Dalam penelitian ini, tim mahasiswa Prodi PWK ITNY memanfaatkan teknologi analisis spasial untuk memetakan lokasi permukiman berdasarkan tingkat risiko bencana. Data sebaran permukiman didapatkan melalui interpretasi citra satelit.

Analisis dilakukan menggunakan piranti lunak pengolahan data spasial dengan metode-metode hotspot analysis (Getis-Ord Gi*).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo merupakan wilayah dengan tingkat risiko tinggi karena area hotspot lokasi permukiman berada pada kawasan rawan bencana dengan tingkat signifikansi 99% sedangkan untuk wilayah cold-spot dengan tingkat bahaya risiko rendah berada di wilayah Kabupaten Gunung Kidul dengan tingkat signifikansi 90 %.

"Hasil temuan penelitian ini merupakan bentuk kontribusi ITNY untuk mendukung pemerintah DIY dalam mengelola perkembangan fisik wilayah di area pesisir DIY," terang Ismawati Oka selaku ketua tim peneliti.

Baca juga: Ingin Kembali Raih Sukses di Manchester United, Cristiano Ronaldo: Saya Datang Bukan untuk Liburan

Penelitian mahasiswa ini merupakan salah satu bentuk aplikasi dari penguasaan teknologi di bidang analisis spasial oleh mahasiswa Prodi PWK ITNY.

Melalui penelitian ini, mahasiswa didorong untuk menerapkan materi pembelajaran yang diperoleh untuk menyelesaikan kasus nyata di bidang pembangunan daerah.

"Prodi PWK ITNY mendukung mahasiswa untuk berpartisipasi dalam program kompetisi seperti PKM untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa," pungkas Yusliana, selaku Dosen Pembimbing sekaligus Ketua Program Studi PWK ITNY(Adv)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved