Breaking News:

Sekolah Tatap Muka

Kelas I-V Tetap Daring, Pekan Depan Uji Coba Tatap Muka

Heroe Poerwadi: “Kita bertahap dulu sembari melakukan evaluasi atas perkembangan situasi. Sehingga simulasi minggu depan itu untuk VI SD dan SMP"

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta benar-benar mantap melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka mulai Senin, 13 September mendatang. Dari segi teknis, pelaksanaannya bakal dilakukan secara bertahap.

Wakil Wali (Wawali) Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, dalam simulasi ini, khusus di tingkat SD, hanya siswa-siswi kelas VI saja yang ambil bagian. Sementara murid kelas I-V, tetap menjalani kegiatan belajar mengajar daring.

"Jadi, kita bertahap dulu sembari melakukan evaluasi atas perkembangan situasi. Sehingga simulasi minggu depan itu untuk VI SD dan SMP," terangnya, Kamis (9/9/2021).

Heroe pun optimistis, simulasi dapat digulirkan karena kesiapan sekolah dalam hal sarana dan prasarana telah memadahi. Terlebih, imbuhnya, mayoritas orang tua atau wali murid, menghendaki anaknya menjalani sekolah luring.

"Juli kemarin, waktu Covid-19 sedang tinggi-tingginya itu, Disdikpora melakukan survei. Hasilnya, 62 persen ingin sekolah digelar secara tatap muka," cetus Heroe.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi pada seluruh sekolah, agar segera mempersiapkan diri untuk simulasi.

"Sebenarnya kalau dari sisi verifikasi keterpenuhan, soal pembelajaran degan protokol kesehatan sudah memenuhi syarat semua, ya, untuk SD dan SMP," jelasnya. "Maka, sekarang kita minta sekolah menyiapkan ruang.

Kemudian, menjalin komunikasi dengan orang tua untuk mendapat persetujuan tatap muka," lanjut Budi.

Walau begitu, ia menegaskan, sekolah yang dirasa belum siap, tidak akan dipaksa melakukan simulasi. Menurutnya, pemkot bisa memahami, setelah tertunda beberapa kali sekolah harus membangun lagi kesiapannya.

"Mulainya kan Senin, tapi tidak langsung semua. Yang siap saja yang kita laksanakan. Baik negeri maupun swasta sama, semuanya secara bertahap. Kalau memang belum siap, ya, tidak kita paksakan, tidak masalah," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved