Breaking News:

Tingkat Keterisian Shelter di Kabupaten Bantul dan BOR Rumah Sakit Terus Alami Penurunan

Kabupaten Bantul telah berhasil menurunkan tingkat level PPKM menjadi level 3. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih sebelumnya mengatakan bahwa pengetatan

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kabupaten Bantul telah berhasil menurunkan tingkat level PPKM menjadi level 3. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih sebelumnya mengatakan bahwa pengetatan yang dilakukan dalam masa PPKM level 4 telah terbukti menekan angka kasus Covid-19.

Dengan kondisi ini, jumlah pasien yang dirawat di shelter Kalurahan juga mengalami penurunan. Bahkan ada banyak shelter Kalurahan yang tidak beroperasi karena tidak adanya pasien di sana.

Sementara untuk Shelter Kabupaten, Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo menyebutkan bahwa tingkat keterisian jumlah pasien juga mengalami penurunan yang signifikan.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Gulirkan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Mulai 13 September 2021 

Bahkan pada akhir PPKM level 4 atau 6 September kemarin Shelter Semaul di Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro yang berdaya tampung 15 pasien, sudah dalam kondisi kosong.

Sementara untuk Shelter Niten terisi 27 pasien dari 80 kapasitas tempat tidur, selter SKB Sewon dari 76 tempat tidur hanya terisi 16 pasien dan selter Polairud dari 24 tempat tidur hanya terisi tiga pasien.

"Meski tingkat keterisian selter menurun drastis namun trasing, testing dan treatment harus terus digencarkan. Jangan sampai Bantul ibarat buah semangka, di luar tampak hijau namun di dalamnya merah artinya banyak yang terpapar namun tak diketahui," ujarnya.

Baca juga: Asyraq Gufron Beberkan Kunci Penampilan Apiknya di PSS Sleman Saat Menghadapi Persija Jakarta

Sementara itu, secara terpisah Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Bantul, dr. Sapta Adisuka Mulyatno mengatakan bahwa sampai hari Senin (6/9/2021) kemarin, BOR di 17 rumah sakit rujukan Covid-19 mencapai 24,14 persen dari total 350 bed isolasi atau terpakai 102 bed.

"Untuk BOR intensif dari total 44 bed, terpakai 19 bed atau 43,18 persen. Tren memang menurun untuk bed isolasi namun untuk bed intensif masih tinggi," ungkapnya. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved