Breaking News:

Berita Kesehatan

Ini yang Terjadi Jika Terserang Hipoksemia, Saat Saturasi Oksigen di Bawah Normal 

Seseorang yang mengalami hipoksemia akan mengalami sakit kepala, sesak napas, lemas, hingga muncul warna kebiruan pada kulit

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Shutterstock
Ilustrasi saturasi oksigen 

TRIBUNJOGJA.COM - Seseorang yang mengalami hipoksemia akan mengalami sakit kepala, sesak napas, lemas, hingga muncul warna kebiruan pada kulit. Jika tak mendapatkan perawatan medis segera, maka serangan hipoksemia ini bisa membahayakan jiwa. Terutama ketika saturasi oksigen berada di bawah angka normal antara 95 hingga 100 persen untuk orang dewasa yang sehat.

Sebagai informasi, saturasi oksigen, kadang-kadang disebut sebagai O2 sats, mengacu pada berapa banyak oksigen yang dijenuhkan dalam hemoglobin. Sementara hemoglobin adalah zat dalam darah Anda yang mengikat oksigen untuk membawanya melalui aliran darah ke organ, jaringan, dan sel-sel tubuh Anda.

Saturasi oksigen normal biasanya antara 95% dan 100% untuk kebanyakan orang dewasa yang sehat. Setiap tingkat di bawah ini dianggap berbahaya dan membutuhkan perawatan.

Inilah yang akan menyebabkan gangguan hipoksemia.

Hipoksemia adalah tingkat saturasi oksigen di bawah normal dalam darah, khususnya di arteri.

Hal ini menandakan adanya masalah yang berkaitan dengan pernapasan atau sirkulasi, dan dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti sesak napas.

Hipoksemia ditentukan dengan mengukur kadar oksigen dalam sampel darah yang diambil dari arteri (gas darah arteri).

Ini juga dapat diperkirakan dengan mengukur saturasi oksigen darah Anda menggunakan oksimeter - perangkat kecil yang dijepitkan ke jari Anda.

Oksigen arteri normal adalah sekitar 75 sampai 100 milimeter air raksa (mm Hg).

Nilai di bawah 60 mm Hg biasanya menunjukkan kebutuhan oksigen tambahan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved