Breaking News:

14 Provinsi Catatkan Angka Positivity Rate di Bawah Standar WHO, Ini Daftarnya

14 Provinsi Catatkan Angka Positivity Rate di Bawah Standar WHO, Ini Daftarnya

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
kompas.com
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Sejumlah provinsi di Indonesia masih mencatatkan positivity rate di bawah standar WHO yaitu 5%.

Dari total 34 provinsi di tanah air, masih ada 14 provinsi yang mencatatkan angka positivity rate di atas 5 persen.

Provinsi yang masih mencatatkan angka positivity rate di atas 5 persen yakni Maluku, DKI Jakarta, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Banten, Sulawesi Tenggara.

Kemudian Sumatera Selatan, Papua, Jawa Timur, Papua Barat, Gorontalo, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat

"14 provinsi tersebut adalah Maluku, DKI Jakarta, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Banten, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Papua, Jawa Timur, Papua Barat, Gorontalo, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat," kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (7/9/2021) seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Kontan.co.id.

Baca juga: Presiden Jokowi Perintahkan Jajarannya Gelar Evaluasi Menyeluruh Agar Kasus Aktif Covid-19 Turun

Baca juga: Ribuan Santri Ponpes API Tegalrejo Ikuti Vaksinasi Merdeka

Wiku juga mengatakan, selama 3 pekan terakhir, jumlah orang yang diperiksa terkait Covid-19 per minggu mengalami peningkatan dari 600.000 orang per minggu menjadi 800.000 orang.

Selain itu, ia mengatakan, positivity rate Indonesia hampir mendekati standar WHO yaitu mencapai 6,97%.

"Dan Jika dilihat dari provinsi dalam dua minggu terakhir, penurunan positivity rate paling drastis terjadi pada Lampung yang turun sebesar 40,14% dan Jambi turun 36,74% dan Aceh turun 31,26%," ujar dia.

Ia juga menyampaikan, kondisi pandemi Covid-19 yang semakin membaik ini merupakan ujian paling berat bagi masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Seluruh lapisan masyarakat harus mempertahankan kondisi ini agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19.

"Ingat, cara termudah, termurah dan satu satunya yang paling efektif untuk segera mengakhiri pandemi ini adalah dengan disiplin protokol kesehatan secara kolektif," ujar dia. (*)

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved