Breaking News:

Temuan Terbaru, Ini Dia Efek Long Covid-19, Kerusakan Ginjal. Begini Penjelasannya

Mereka, para penyintas Covid-19, banyak yang mencemaskan efek dari long Covid-19.

Editor: ribut raharjo
SHUTTERSTOCK/Lightspring
Ilustrasi varian baru Virus Corona 

TRIBUNJOGJA.COM - Mereka, para penyintas Covid-19, banyak yang mencemaskan efek dari long Covid-19.

Bahkan, dalam penelitian baru, ditemukan orang yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19, memiliki kemungkinan menderita kerusakan permanen pada ginjalnya.

Studi terhadap lebih dari 1,7 juta pasien dalam sistem Veteran AS menambah kekhawatiran tentang efek long Covid - terutama di antara orang yang cukup sakit sehingga perlu dirawat di rumah sakit.

Para peneliti menemukan, bahwa berbulan-bulan setelah infeksi awal mereka, para penyintas Covid-19 memiliki peningkatan risiko berbagai jenis kerusakan ginjal - mulai dari penurunan fungsi ginjal hingga gagal ginjal lanjut.

Orang yang pernah sakit parah akibat Covid-19 hingga membutuhkan perawatan ICU – memiliki risiko tinggi kerusakan ginjal jangka panjang.

Demikian pula, pasien yang mengalami cedera ginjal akut selama rawat inap Covid-19, mereka memiliki risiko lebih tinggi daripada pasien Covid-19 tanpa masalah ginjal selama mereka tinggal di rumah sakit.

Perry Wilson, seorang spesialis ginjal dan profesor di Yale School of Medicine di New Haven, menyebutkan, bahwa dari penelitian ini, secara keseluruhan menunjukkan, risiko disfungsi ginjal, bahkan bisa terjadi pada pasien yang tidak mengalami cedera ginjal akut ketika mereka dirawat di rumah sakit.

“Penelitian tersebut menemukan bahwa pasien yang sakit di rumah dengan Covid-19 juga memiliki peningkatan risiko masalah ginjal,” ujar Wilson yang tak terlibat dalam penelitian tersebut.

Peneliti senior Dr. Ziyad Al-Aly, asisten profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis mengakui, bahwa tampaknya ada risiko, meskipun lebih kecil, di antara pasien yang tidak pernah memiliki masalah ginjal ketika mereka sakit.

Menurut Wilson, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait hal ini, untuk mengetahui apa penyebab sebenarnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved