Breaking News:

Ribuan Wisawatan Kunjungi DIY, Sekda: Kita Sulit Menghalau Sebab Wilayah Lain Tak Lakukan Penyekatan

Ribuan Wisawatan Kunjungi DIY, Sekda: Kita Sulit Menghalau Sebab Wilayah Lain Tak Lakukan Penyekatan

TRIBUNJOGJA.COM/ Miftahul Huda
Suasana Malioboro tampak ramai meski sedang ada PPKM Level 4, Sabtu (4/9/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan kedatangan wisatawan ke DIY sulit dibendung meski saat ini seluruh destinasi wisata masih ditutup karena penerapan PPKM Level 4.

Menurutnya, mobilitas masyarakat menjadi tinggi karena daerah lain tak memberlakukan penyekatan.

Selain itu, kebijakan pelonggaran di sejumlah daerah memang tengah diberlakukan.

Misalnya, sebagian wilayah di perbatasan DIY kini telah turun level menjadi PPKM Level 3.

"Kalau sudah sampai Yogya sulit untuk menghalau, mestinya Jawa Tengah juga seharusnya mesti ditutup," jelas Aji, Minggu (5/9/2021).

Aji menjelaskan, ribuan kedatangan wisatawan itu umumnya hanya terjadi di akhir pekan.

Pihaknya pun telah meminta pengelola destinasi wisata dan Satpol PP DIY untuk berlaku tegas saat melakukan pengawasan di titik-titik penyekatan menuju kawasan pantai.

Aji pun mengakui bahwa upaya tersebut tak efektif untuk mencegah kedatangan pelancong.

Baca juga: Tiap Akhir Pekan, Satpol PP DIY Paksa Putar Balik Ribuan Kendaraan Wisawatan Luar Daerah

Baca juga: Hampir Tuntas, 90 Persen Pelaku Pariwisata di DIY Sudah Divaksin Covid-19

Sebab, banyak jalan alternatif menuju kawasan pantai sedangkan jumlah petugas yang dimiliki Pemda DIY sangat terbatas.

"Ya kita sudah minta tempat wisata dan Satpol PP melakukan pengawasan. Memutar balikkan yang datang ke tempat wisata. Tapi ya nggak gampang karena ada banyak jalan," jelasnya.

Aji pun meminta kesadaran diri masyarakat untuk tak berwisata di tengah kondisi pandemi.

Selain itu DIY juga masih menerapkan PPKM Level 4 sehingga aktivtias di ruang-ruang publik dilakukan pembatasan.

"Daripada membawa penyakit mending tidak usah (berwisata) saja. Kita itu ya melakukan pengawasan dan penegakan tapi tidak bisa karena personel terbatas," bebernya. (Tribunjogja/Yuwantoro Winduajie)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved