Breaking News:

Bisnis

Merana karena Harga Jual Anjlok, Petani Cabai di Klaten : Bisa Balik Modal Saja Syukur

Harga jual cabai merah di tingkat petani di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah anjlok hingga harga Rp 9.000 per kilogram.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Seorang petani cabai rawit merah di Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah saat membersihkan tanamannya dari hama, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Harga jual cabai merah di tingkat petani di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah anjlok hingga harga Rp 9.000 per kilogram.

Akibatnya, petani cabai merah di Kabupaten Bersinar hanya bisa pasrah dengan anjloknya harga jual komoditi dengan cita rasa pedas itu.

Seorang petani cabai di Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Wahyudi (36) menyebut anjloknya harga jual cabai merah di Kabupaten Klaten terjadi sejak pertengahan Agustus 2021.

"Anjloknya sejak pertengahan Agustus, saya kurang tahu juga penyebabnya kenapa, entah pengaruh PPKM atau memang karena lagi panen raya," ujarnya saat Tribunjogja.com temui di ladang miliknya, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: Harga Cabai Anjlok, Petani di Sleman Pilih Bagikan Hasil Panen Secara Gratis

Ia mengatakan, pada bulan Juli dan awal Agustus harga jual cabai rawit merah yang ia tanam masih berada dikisaran Rp 45.000 hingga Rp 50.000.

Kemudian, kata dia, anjloknya harga cabai ke harga Rp 9.000 per kilogram membuat para petani tidak bisa mendapat untung.

Sebab, jika cabai rawit merah dihargai Rp 9.000 per kilogram, maka dirinya tidak bisa menutupi biaya produksi.

"Saya nanam satu patok itu kalau harga jual Rp9 ribu maka hanya bisa terima uang sekitar Rp7 juta atau paling banyak Rp8 juta dan itu penghasilan kotor ya. Sementara satu patok itu biaya tanamnya juga Rp8 juta," ungkapnya.

Ia menyebut, anjloknya harga cabai ke harga Rp 9.000 per kilogram tersebut merupakan harga terendah di tahun 2021 ini.

Baca juga: Harga Cabai Anjlok, Ahli Pertanian UGM Sarankan Adanya Pendampingan Intensif untuk Petani

"Iya, tahun ini yang paling rendah ya di harga Rp9 ribu ini. Kalau tahun lalu sempat juga di harga Rp5 ribu per kilogram," ucapnya.

Sementara itu, petani cabai lainnya, Martopo (51) juga mengaku pasrah dengan harga jual cabai yang anjlok itu.

"Ini murah banget, ya jelas rugi dan gak bisa balik modal. Biaya buat perawatan justru banyak, belum lagi obat agar tidak diserang hama," jelasnya.

Ia pun hanya bisa berharap harga cabai kembali normal sehingga dirinya dan petani lainnya tidak terus-terusan merugi. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved