HUT Ke 827 Kabupaten Trenggalek

Gubernur Jatim Khofifah Dorong Kemandirian Desa dan Ekspor Produk UKM Kabupaten Trenggalek

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendorong adanya kemandirian desa dan ekspor produk UKM dari Kabupaten Trenggalek.

Editor: ribut raharjo
Surya.co.id
Webinar Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke- 827 bertema “Trenggalek Tangguh, Indonesia Tumbuh”, Jumat (3/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, TRENGGALEK - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendorong adanya kemandirian desa dan ekspor produk UKM dari Kabupaten Trenggalek.

Hal ini disampaikan dalam webinar Hari Jadi Kabupaten Trenggalek ke- 827 bertema “Trenggalek Tangguh, Indonesia Tumbuh”, Jumat (3/9/2021).

"Hari jadi ini menjadi starting poin bahwa Trenggalek bisa,mampu dan Bangkit,"ungkap Khofifah.

Dikatakan Khofifah, Jatim saat ini sedang mengembangkan destinasi wisata baru ini disebut dengan ‘Dewi Cemara’, yakni Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera.

Dengan desa wisata ini masyarakatnya akan cerdas, mandiri dan masyarakatnya hidup sejahtera. Dan Trenggalek dianggap memiliki banyak desa yang berpotensi jika dikelola oleh pengurus kelompok sadar wisata (pokdarwis).

"Desa wisata Dewi Cemara ini indikatornya sudah di adopt kementrian desa. Basisnya perempuan, jadi dari program perempuan berdaya ini mereka yang pernah ikut PKH dan mendapatkan program penguatan dari pemprov,"urainya.

Nantinya tujuan akhir Dewi Cemara ini bukan lagi apresiasi daei kementrian tapi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

"Kemiskinan di Jatim masih cukup tinggi meskipun penurunannya sangat signifikan, termasuk di dalamnya Trenggalek. sehingga sangat penting adanya kemandirian desa untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya,"lanjutnya.

Selain itu, Khofifah juga menyoroti produk UMKM yang berpotensi memasuki pasar impor. Apalagi Trenggalek memiliki banyak produk UMKM yang menjadi unggulan.

"Di Kediri sudah ada rumah kurasi yang disiapkan BI. Rumah kurasi ini membantu 140 produk yang bisa dijual diberbagai negara. Dari rumah kurasi ini diteruskan ke ekspor center di Surabaya sehingga semua produk UKM di jatim bisa disiapkan standarisasinya hingga market aksesnya untuk ekspor,"urainya.

Rumah Kurasi dan Ekspor Center yang bertugas mempertemukan antara UMKM dengan pembeli dari luar negeri.

Khofifah juga mencontohkan masakan lodoh dari Tulungagung kini sudah difrozen dan di ekspor ke Belanda.

"Jadi artinya ada proses kita turun sendiri dan bertemu pihak yang bisa menyiapkan pasar dan produk untuk dikirim ke luar negeri. Bahkan Gatot, makanan tradisional yang tidak menarik juga warnanya ternyata bisa masuk pasar ekspor,"urainya.

Potensi produk UKM Trenggalek dan wisata dikatakan Khofifah cukup besar untuk bisa terus dikembangkan.
Selain itu, ia juga menyoroti akses jalan dengan adanya konektivitas yang mulai disiapkan menuju Trenggalek baik jalur darat dengan adanya jalur tol, dan juga jalur udara.

"Maka Trenggalek harus bersiap kedatangan banyak tamu. Dan juga harus mengeksplor sumber-sumber perekonomian yang lebih banyak lagi," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Gubernur Khofifah Dorong Kemandirian Desa dan Ekspor Produk UKM Trenggalek

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved