Breaking News:

Dalam 3 Bulan Terakhir, Pemkot Yogyakarta Temukan 66 Warga Terpapar TBC di 3 Kecamatan 

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menemukan sedikitnya 66 kasus TBC di wilayahnya, sejak mulai menggulirkan mobil skrining ke sejumlah

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi saat mendampingi Menko PMK Muhadjir Effendi di Mergangsan, Kota Yogyakarta, Jumat (3/9/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menemukan sedikitnya 66 kasus TBC di wilayahnya, sejak mulai menggulirkan mobil skrining ke sejumlah wilayah, bekerjasama dengan Zero TB Initiative dari UGM.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, kasus tersebut ditemukan di tiga kecamatan yang sudah disambangi mobil skrining, dalam tiga bulan terakhir. Meliputi, Mergangsan, Kraton, serta Gondomanan. 

"Jadi, pengelolaan Covid-19 itu memberi kita inspirasi ya, untuk melakukan pengelelolaan TBC dengan mengikuti skema-skema tersebut," cetusnya, Jumat (3/9/2021). 

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 3 September 2021: Tambah 353 Kasus Baru, 1.079 Pasien Sembuh 

Nantinya, ketika mobil skrining sudah melakukan tracing secara menyeluruh, Pemkot siap memetakan, kecamatan mana saja yang masuk zona merah, kuning, hingga hijau. Zonasi itu, bakal mempengaruhi pola penanganan. 

"Jadi, pola kerja kita sama dengan pola kerja Covid-19. Masing-masing SOP di setiap zona itu akan kita buat juga, agar penanganannya bisa terstruktur," tegasnya. 

Heroe berujar, skrining secara masif sangat diperlukan, sebagai upaya antisipasi, terkait kemungkinan fenomena gunung es TBC di tengah masyarakat. Terlebih, tambahnya, banyak penderita yang tidak menunjukkan gejala. 

"Makanya, itu hanya bisa diketahui kalau kita melakukan skrining. Harus dipotret paru-parunya, untuk mengetahui, apakah dia terpapar TBC, atau tidak," ujar Wawali. 

Baca juga: UPDATE Pembangunan Tol Yogya-Solo di Wilayah Klaten, Ini Daftar 3 Lokasi Exit Tol hingga Rest Area

"Kalau ketahuan dia terpapar, nanti teman-teman Dinkes, atau Puskesmas, yang melakukan perawatan. Obat-obatan dan segala macam itu sudah disiapkan dan pasien yang sembuh dari TBC itu juga sudah ada," tambahnya. 

Sementara itu, Direktur Zero TB Initiative, Rini Triasih mengatakan, hasil penelusuran dari mobil skrining yang dioperasikannya bersama Pemkot Yogyakarta itu memang belum bisa mengeluarkan diagnosa paparan TBC

"Kalau AI hasil rontgen itu curiga mengarah ke TBC, atau pasien bergejala batuk lebih dari dua minggu, atau batuk darah, harus pengambilan dahak," tutupnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved