Breaking News:

Kabupaten Gunungkidul

Pendapatan Diproyeksi Turun, Pemkab Gunungkidul Lakukan Penyesuaian Anggaran

Penurunan pendapatan dipengaruhi oleh dampak pandemi Covid-19 hingga kebijakan PPKM Level 4.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pendapatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul diproyeksi turun pada tahun ini.

Bupati pun mengajukan rencana penyesuaian terhadap rencana belanja dan pendapatan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2021.

Rencana penyesuaian tersebut tertuang dalam Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan Tahun Anggaran 2021.

"Nota Pengantar sudah saya serahkan ke DPRD pada Senin (30/08/2021) lalu," kata Bupati Gunungkidul Sunaryanta pada wartawan, Kamis (02/09/2021).

Pada Nota Pengantar tersebut, ia menjabarkan proyeksi penurunan pendapatan menjadi Rp50.864.508.806,00.

Baca juga: Masih PPKM Level 4, Pemkab Gunungkidul Prioritaskan Vaksinasi COVID-19 Agar Bisa Turun Level

Angka ini sesuai dengan target pendapatan di KUA-PPAS Perubahan 2021 yang mencapai Rp 1.900.825.775.342,00.

Target ini lebih rendah dibandingkan yang sudah tercantum dalam APBD 2021, yaitu Rp1.951.690.284.148,00. Menurut Sunaryanta, ada beberapa pertimbangan yang membuat proyeksi pendapatan turun.

"Satu di antaranya penurunan dana perimbangan yang ditransfer oleh pemerintah pusat," jelasnya.

Sunaryanta juga mengatakan penurunan juga dipengaruhi oleh dampak pandemi Covid-19 hingga kebijakan PPKM Level 4.

Hal itu membuat pihaknya perlu melakukan penyesuaian terhadap target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved