Breaking News:

Yogyakarta

KPK Periksa Manajer Legal PT Pionirbeton Industri dalam Penyidikan Kasus Stadion Mandala Krida

Saksi dipanggil KPK untuk didalami pengetahuannya terkait proyek pembangunan Stadion Mandala Krida tahun APBD DIY 2016-2017 silam.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta masih terus berjalan.

Terbaru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil Jekson F Sitorus selaku Manajer Legal Dept PT Pionirbeton Industri.

Jekson dipanggil KPK untuk didalami pengetahuannya terkait proyek pembangunan Stadion Mandala Krida tahun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DIY 2016-2017 silam.

Baca juga: Pukat UGM Ingatkan KPK untuk Umumkan Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Stadion Mandala Krida

"Hari ini (2/9/2021) pemeriksaan  saksi  TPK Pembangunan Stadion Mandala Krida APBD Tahun Anggaran 2016-2017di pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Ali Fikri kepada Tribunjogja.com, melalui pesan singkat, Kamis (2/9/2021).

Pemeriksaan itu dilakukan di kantor KPK Jalan Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Pemeriksaan atas nama Jekson F Sitorus selaku Manager Legal Dept PT. Pionirbeton Industri," tutur Ali Fikri.

Dalam penyidikan kasus dugaan korupsi stadion Mandala Krida ini, KPK telah melakukan penggeledahan di dua lokasi yakni Kantor PT DMI cabang Yogyakarta yang berlokasi di Kelurahan Maguwoharjo dan Kantor PT Arsigraphi Jl. Nogotirto, Sleman pada Kamis (18/2/2021).

Selain itu KPK juga sudah menggeledah dua lokasi berbeda yakni Kantor Badan Pemuda dan Olahraga DIY dan Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY pada Rabu (17/2/2021).

Namun demikian, hingga kini KPK belum mengungkap pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang diproyeksikan menelan kerugian negara mencapai Rp35 miliar tersebut.

Ali mengatakan, pengumuman penetapan tersangka akan dilakukan bersamaan dengan penangkapan atau penahanan para tersangka.

"Untuk itu pada waktunya nanti akan kami sampaikan siapa saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka," pungkasnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved