Breaking News:

Berita Kesehatan

Peneliti AS : 40 Persen Pasien Covid-19 yang Meninggal Adalah Penderita Diabetes

Sebuah studi baru melaporkan bahwa 40 persen orang Amerika yang meninggal karena COVID-19, menderita komorbid diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
news.un.org
ilustrasi Virus Corona (Covid-19) 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebuah studi baru melaporkan bahwa 40 persen orang Amerika yang meninggal karena COVID-19, menderita komorbid diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2.

Selain itu, para peneliti mengatakan 1 dari 10 orang dengan diabetes yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 meninggal dalam waktu seminggu. Hal itu menunjukkan bahwa diabetes yang tidak dikelola dengan baik maka akan meningkatkan risiko kematian akibat COVID-19.

Diabetes yang tidak diobati juga meningkatkan keparahan dan komplikasi COVID-19, menurut penelitian yang dipresentasikan di acara Sesi Ilmiah ke-81 American Diabetes Association (ADA) pada 25 Juni 2021.

Orang dengan diabetes yang tidak minum obat untuk mengendalikan penyakit mereka telah dirawat di rumah sakit lebih lama dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih daripada orang lain dengan COVID-19, menurut penelitian yang dipimpin oleh Dr. Sudep Bajpeyi dari University of Texas di El Paso.

Baca juga: Muncul Warna Hitam di Lipatan Leher, Hati-hati Bisa Jadi Gejala Awal Diabetes

Sebaliknya, mereka yang memiliki kadar gula darah rendah memiliki komplikasi COVID-19 yang lebih ringan dan masa rawat inap yang lebih singkat.

Camillo Ricordi, seorang profesor dan direktur Institut Penelitian Diabetes dan Pusat Transplantasi Sel di Universitas Miami di Florida, mengatakan kepada Healthline bahwa temuan baru ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dari Italia yang menunjukkan bahwa penderita diabetes memiliki kemampuan bertahan hidup yang lebih rendah dari COVID-19. Utamanya jika dibandingkan dengan orang tanpa diabetes.

“Ada hubungan yang jelas antara memiliki tingkat [glukosa darah] A1C di atas 7 dan risiko kematian” dari COVID-19, kata Ricordi.

Baca juga: 4 Herbal Penurun Gula Darah Penderita Diabetes yang Bisa Anda Coba

Risiko untuk kelompok tertentu

Ricordi mengatakan diabetes dan COVID-19 adalah penyakit inflamasi yang membawa peningkatan risiko pembekuan darah yang berbahaya.

Dia juga menekankan bahwa komorbiditas diabetes yang umum, termasuk obesitas dan tekanan darah tinggi, juga kemungkinan berperan dalam hasil COVID-19 seseorang yang lebih buruk.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved